Hari Khidmat, Menhaj: Melayani Jemaah Bukan Sekadar Pekerjaan, tetapi Amanah

  • 16 Sep 2026 22:15 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengingatkan jajaran Kemenhaj bahwa melayani jemaah merupakan amanah, bukan pekerjaan biasa. Menurutnya, amanah tersebut harus dijalankan dengan penuh integritas, tanggung jawab, dan ketulusan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.

Pesan itu disampaikan Menhaj, dalam agenda Doa dan Zikir Hari Khidmat Haji dan Umrah di Jakarta. Kegiatan tersebut mengajak seluruh ASN Kemenhaj berhenti sejenak, merefleksikan pengabdian, serta bertanya kepada diri sendiri tentang tujuan pekerjaan.

“Untuk siapa kita bekerja? Jawabannya sederhana, untuk jemaah,” ujar Menhaj, Senin (14 September 2026).

Menurutnya, di balik setiap tugas pelayanan terdapat jemaah yang telah menunggu bertahun-tahun untuk memenuhi panggilan Allah. Ada orang tua yang menabung dengan sabar dan ada keluarga yang mempersiapkan perjalanan ke Tanah Suci dengan harapan.

Karena itu, setiap pekerjaan dalam penyelenggaraan haji memiliki tanggung jawab yang besar. Khidmat, kata Menhaj, tidak selalu hadir dalam pekerjaan yang besar. Memeriksa dokumen, menjawab pertanyaan jemaah, hingga bekerja agar urusan orang lain lebih mudah, merupakan bagian dari pengabdian.

“Kadang khidmat adalah memilih untuk tetap jujur ketika tidak ada seorangpun yang melihat. Di situlah integritas diuji,” katanya.

Menhaj menegaskan, integritas bukan sekadar slogan, tetapi kesesuaian antara apa yang dikatakan dan dikerjakan. Nilai tersebut harus menjadi budaya dalam setiap pelayanan Kemenhaj.

Ia berharap Kemenhaj menjadi rumah bagi orang-orang yang bekerja dengan hati. Tidak sekadar mengejar kesempurnaan atau penghargaan, tetapi terus memperbaiki diri dan menghadirkan manfaat, terutama bagi jemaah.

“Kita tidak sedang mencari siapa yang paling banyak bekerja. Kita sedang membangun siapa yang paling sungguh-sungguh mengabdi,” ucap Menhaj.

Menhaj mengingatkan seluruh jajaran bahwa jabatan dan masa kerja pada akhirnya akan berakhir. Namun, amanah yang telah dijalankan akan tetap dipertanggungjawabkan.

Karena itu, ia mengajak seluruh ASN Kemenhaj menjadikan Hari Khidmat bukan sekadar peringatan tahunan. Tetapi pengingat atas alasan mengapa mereka berada di Kemenhaj.

“Mari terus berkhidmat. Bukan untuk mencari pujian, bukan untuk mengejar penghargaan. Tetapi karena kita ingin pekerjaan kita menjadi bagian dari kebaikan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....