Nilai Ahimsa dan Tat Tvam Asi Jadi Landasan Dukungan AMAN Kemenag
- 30 Agt 2026 12:26 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Penerapan platform AMAN Kementerian Agama mendapat dukungan dari Adi Widyalaya Sutasoma Nabire. Lembaga pendidikan Hindu tersebut menilai upaya pencegahan kekerasan sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam agama Hindu. Kepala Adi Widyalaya Sutasoma Nabire, Wahyu Diantoro, mengatakan prinsip ahimsa yang mengajarkan untuk tidak melakukan kekerasan menjadi salah satu nilai yang relevan dengan tujuan penerapan AMAN.
Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter, etika dan sikap saling menghormati.
“Dalam ajaran Hindu, ahimsa mengajarkan bahwa setiap makhluk memiliki martabat yang harus dihormati. Sekolah harus menjadi tempat yang menghadirkan rasa aman, kasih sayang, penghormatan, dan pembinaan karakter,” ujar Wahyu, dalam rilis Kemenag.
Selain ahimsa, ia menyebut konsep Tat Tvam Asi yang mengajarkan kesetaraan dan kepedulian terhadap sesama. Nilai tersebut, menurutnya, penting diterapkan dalam kehidupan sekolah untuk mencegah munculnya kekerasan dan perundungan.
“Tat Tvam Asi mengajarkan bahwa penderitaan orang lain adalah penderitaan kita juga. Oleh karena itu, budaya saling menghormati, melindungi, dan menjaga sesama harus menjadi bagian dari kehidupan sekolah,” katanya.
Wahyu juga mengaitkan lingkungan pendidikan yang aman dengan konsep Tri Hita Karana, yakni keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia dan lingkungan.
Ia menilai hubungan yang dibangun berdasarkan rasa hormat, kejujuran dan kepedulian dapat menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif.
Karena itu, keberadaan AMAN tidak hanya dipandang sebagai inovasi digital, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun budaya perlindungan dan penghormatan terhadap warga satuan pendidikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....