Kemenag Papua Dorong Pendidikan Berbasis Karakter

  • 24 Agt 2026 08:30 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua mendorong penguatan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik. Pesan tersebut menjadi bagian dari amanat Menteri Agama Nasaruddin Umar yang dibacakan Kepala Kanwil Kemenag Papua, Klemens Taran, dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Kanwil Kemenag Papua, Senin 17 Agustus 2026.

Klemens mengatakan, lembaga pendidikan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berkarakter, toleran, berintegritas, dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.

Menurutnya, madrasah, pesantren, sekolah minggu, pasraman, widyalaya, maupun ruang pembelajaran keagamaan lainnya tidak cukup hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan. Pendidikan juga harus membangun sikap dan akhlak peserta didik.

Salah satu pendekatan yang terus didorong Kementerian Agama adalah Kurikulum Berbasis Cinta, yang menempatkan kepedulian terhadap sesama, lingkungan, ilmu pengetahuan, dan tanah air sebagai bagian dari proses pendidikan.

"Kemajuan bangsa tidak cukup hanya ditopang oleh perkembangan teknologi, tetapi juga harus dibangun melalui kekuatan moral dan nilai-nilai agama," kata Klemens dalam rilis Kemenag.

Klemens menilai, penguatan karakter semakin penting di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.

Karena itu, pendidikan agama diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan menghargai perbedaan serta menjaga kerukunan.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, organisasi keagamaan, tokoh adat, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Menurut Klemens, pendidikan yang membangun karakter akan menjadi salah satu fondasi bagi terciptanya kehidupan masyarakat Papua yang damai dan harmonis.

"Kemenag secara berjenjang harus bekerja berdampingan dengan pemerintah daerah, pemimpin umat, ormas-ormas keagamaan, tokoh adat, tokoh masyarakat, agar kerukunan dan kedamaian itu tetap dijaga," ujarnya.

Kemenag Papua berharap penguatan pendidikan berbasis karakter dapat melahirkan generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman sekaligus tetap berpegang pada nilai agama, budaya, persatuan, dan kecintaan terhadap tanah air.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....