Bimas Katolik Papua Soroti Keadilan dan Kesejahteraan

  • 30 Jul 2026 13:13 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Fransiscus Xaferius Lesomar, menilai tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur dalam Zikir dan Doa Kebangsaan memiliki keterkaitan erat dengan prinsip ajaran sosial Gereja Katolik, terutama mengenai kesejahteraan bersama dan keberpihakan kepada kelompok yang lemah.

Dalam Rilis Kemenag, Fransiscus mengatakan, doa kebangsaan harus menjadi momentum untuk merefleksikan kondisi sosial bangsa sekaligus mendorong terwujudnya kehidupan yang lebih adil bagi seluruh masyarakat.

Ia menjelaskan, prinsip pertama yang relevan adalah kesejahteraan bersama atau bonum commune. Menurutnya, kemajuan bangsa tidak boleh hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, tetapi harus dirasakan seluruh masyarakat.

"Prinsip kesejahteraan bersama atau bonum commune. Ajaran sosial Gereja Katolik menegaskan bahwa kemakmuran sebuah bangsa tidak boleh dinikmati oleh segelintir orang atau kelompok saja," ujarnya, Kamis 31 Juli 2026.

Fransiscus mengatakan, kebijakan publik, roda perekonomian, serta pemanfaatan sumber daya alam harus memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat dari Sabang sampai Merauke.

Selain kesejahteraan bersama, ia menekankan pentingnya keadilan dan keberpihakan kepada kelompok yang lemah. Menurutnya, prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang adil.

"Ajaran sosial Gereja Katolik menuntut kita tidak hanya sekadar berderma, tapi juga membongkar ketimpangan struktur sosial yang ada," katanya.

Ia mengajak masyarakat memperhatikan hak-hak kelompok marginal, masyarakat adat, pekerja kecil, serta penyandang disabilitas agar memperoleh perlindungan hukum dan penghormatan sosial yang layak.

Fransiscus menilai doa kebangsaan dapat menjadi momentum untuk mendoakan sekaligus memperkuat komitmen bersama agar pembangunan Indonesia semakin berkeadilan.

Menurutnya, kesejahteraan dan keadilan sosial harus menjadi bagian dari kehidupan kebangsaan yang terus diperjuangkan bersama, bukan hanya menjadi tema dalam kegiatan keagamaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....