Indonesia Tipitaka Chanting 2026 Jadi Momentum Perkuat Nilai Dhamma

  • 27 Jul 2026 19:08 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Ketua Panitia Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) 2026, Bhante Guttadhammo Mahāthera, mengatakan pembacaan Kitab Suci Tipitaka bukan sekadar tradisi keagamaan, tetapi menjadi sarana memperdalam pemahaman dan penghayatan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, umat Buddha diharapkan tidak hanya melafalkan isi Tipitaka, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Dhamma dalam cara berpikir, bersikap, dan bertindak.

"Harapannya, setelah Kitab Suci Tipitaka dibaca, bisa direnungkan dan mengubah cara berpikir dan bertindak kita. Agar kita menjadikan Kitab Suci Tipitaka sebagai patokan, ukuran, keyakinan, dan praktik kehidupan sehari-hari," ujar Bhante Guttadhammo Mahāthera, dalam rilis Kemenag.

Bhante Guttadhammo menjelaskan, penghayatan terhadap isi Tipitaka diharapkan mampu meningkatkan kualitas spiritual umat Buddha sehingga membawa manfaat bagi kehidupan bermasyarakat.

Indonesia Tipitaka Chanting merupakan agenda tahunan umat Buddha yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-11. Kegiatan mengusung tema "Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih bagi Negeri", sebagai ajakan mengaktualisasikan nilai-nilai Dhamma melalui kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Sebanyak 2.045 peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut, terdiri atas bhikkhu dari berbagai negara, samanera, atthasilani, serta umat Buddha yang bersama-sama melantunkan Kitab Suci Tipitaka.

Rangkaian Indonesia Tipitaka Chanting 2026 akan ditutup dengan perayaan Asadha Mahapuja di pelataran Candi Borobudur pada 26 Juli 2026, untuk mengenang khotbah pertama Sammasambuddha Gotama yang menjadi awal penyebaran ajaran Dhamma kepada dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....