Dirjen Bimas Buddha: Tipitaka Chanting Perkuat Karakter dan Kerukunan Umat
- 27 Jul 2026 19:09 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama, Supriyadi, menegaskan pembacaan Kitab Suci Tipitaka tidak hanya menjadi tradisi keagamaan, tetapi juga sarana membangun karakter serta memperkuat kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.
"Pembangunan fisik yang nampak secara nyata di depan mata kita tentu akan rapuh kalau tidak ditopang dengan karakter yang sangat baik. Saya percaya bahwa melalui Indonesia Tipitaka Chanting ini adalah sebagai upaya untuk memberikan dan membangun jati diri umat Buddha Indonesia," ujar Supriyadi, dalam rilis kemenag.
Supriyadi mengatakan kehidupan beragama dan kehidupan berbangsa tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, umat beragama memiliki tanggung jawab untuk menjalankan ajaran agama sekaligus menjadi warga negara yang mencintai tanah air.
"Kita semua menyadari sebagai umat beragama dan sebagai warga negara memiliki sebuah mandat yang sangat luhur yang harus kita jalankan agar kita bisa menjadi umat yang betul-betul taat menjalankan agamanya dan sekaligus juga menjadi warga negara yang cinta tanah air dan bertanggung jawab," katanya.
Ia juga menilai pemahaman agama yang semakin mendalam akan melahirkan sikap saling menghormati dan kasih sayang terhadap sesama, termasuk kepada mereka yang memiliki perbedaan keyakinan.
"Semakin dalam seseorang memahami agamanya, maka sesungguhnya mereka akan semakin luas mempunyai rasa kasih sayang dan rasa hormat kepada mereka yang berbeda," ujarnya.
Menurut Supriyadi, kegiatan keagamaan seperti Indonesia Tipitaka Chanting diharapkan mampu memperkuat karakter, mempererat kerukunan, dan mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang damai serta harmonis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....