Ketua Majelis MKQ: Kaidah Penulisan Al-Qur'an Jadi Penilaian Utama

  • 16 Jul 2026 21:05 WIB
  •  Jayapura

RRI CO ID, Jayapura – Cabang Musabaqah Khattil Al-Qur'an (MKQ) pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Papua tidak hanya menguji kemampuan peserta membuat karya kaligrafi yang indah, tetapi juga menitikberatkan pada ketepatan penulisan ayat Al-Qur'an sesuai kaidah. Aspek tersebut menjadi perhatian utama dewan hakim dalam menentukan peserta terbaik.

Hal itu disampaikan Ketua Majelis Musabaqah Khattil Al-Qur'an, H. Hamzah di sela-sela pelaksanaan perlombaan MKQ di Kompleks Masjid Agung Al-Aqsha Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis 16 Juli 2026.

Dalam rilis Kemenag, Hamzah mengatakan, penulisan ayat Al-Qur'an harus mengikuti kaidah yang benar karena kesalahan sekecil apa pun dapat memengaruhi makna dan pesan yang terkandung dalam ayat.

"Aspek terpenting dalam penilaiannya adalah terkait dengan bagaimana penulisan Al-Qur'an itu secara baik, yaitu sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan Al-Qur'an. Dalam setiap katanya, dalam setiap kalimatnya, tidak boleh mengurangi huruf, tidak boleh menambah huruf, atau salah baris," ujarnya.

Ia menambahkan, peserta juga harus memperhatikan pemenggalan ayat agar tidak terjadi kesalahan yang dapat mengubah arti.

"Satu kata dipenggal menjadi dua. Jadi semua itu merupakan hal yang terpenting dalam penulisan Khattil Al-Qur'an. Karena kalau terjadi kesalahan di dalam kaidah ini, maka itu bisa berdampak memengaruhi makna dan pesan ayat itu sendiri," kata dia.

Selain ketepatan penulisan, dewan hakim juga menilai keindahan karya serta kreativitas peserta dalam menyusun dekorasi kaligrafi. Namun, kreativitas tersebut tetap harus mengikuti karakter dan aturan setiap jenis khat.

"Kalau menggunakan bentuk tulisan Sulus, maka kaidah penulisannya harus kaidah Sulus. Tidak boleh menulis dengan bentuk tulisan Sulus, tapi kemudian kaidah yang digunakan adalah kaidah Riq'ah," ujar Hamzah.

Ia mengatakan, unsur dekorasi yang ditampilkan peserta juga diharapkan mampu menggambarkan pesan moral dari ayat Al-Qur'an yang ditulis sehingga karya kaligrafi tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki makna yang mendalam.

Majelis Musabaqah Khattil Al-Qur'an MTQ XXXI Provinsi Papua dipimpin H. Hamzah bersama tim dewan hakim yang menilai tiga aspek utama, yaitu kaidah khat, keindahan khat, dan hiasan khat. Seluruh proses penilaian didukung sekretaris, panitera, dan petugas teknologi informasi untuk memastikan pelaksanaan musabaqah berlangsung objektif, profesional, dan akuntabel.

Melalui cabang MKQ, MTQ XXXI Tingkat Provinsi Papua diharapkan mampu melahirkan kaligrafer muda yang tidak hanya memiliki kemampuan artistik, tetapi juga memahami kaidah penulisan Al-Qur'an secara benar sebagai bagian dari syiar Islam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....