Ketua Majelis KTIQ: Referensi Jadi Kunci Lahirkan Karya Ilmiah Berkualitas
- 16 Jul 2026 09:18 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Ketua Majelis Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (KTIQ) MTQ XXXI Tingkat Provinsi Papua, Hasrudin Dute, menilai kekayaan referensi menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kualitas karya tulis ilmiah peserta. Menurutnya, masih banyak peserta yang belum mempersiapkan bahan pustaka secara memadai sehingga memengaruhi kedalaman analisis dalam penulisan. Hal itu disampaikan Hasrudin usai memimpin penilaian babak penyisihan KTIQ di Ruang Rapat ITBKPP, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu 15 Juli 2026.
Ia mengungkapkan, kelemahan yang paling sering ditemukan pada peserta adalah minimnya jumlah referensi yang digunakan dalam menyusun karya ilmiah. Padahal, kekuatan sebuah karya tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menulis, tetapi juga oleh kelengkapan sumber rujukan yang digunakan.
"Peserta kurang mempersiapkan referensi yang cukup untuk menulis makalah. Ada yang hanya membawa dua buku dan tiga artikel jurnal pada perlombaan tingkat provinsi. Padahal, lomba menulis makalah itu berdasarkan kekayaan referensi yang dibawa, bukan hanya mampu menulis, namun juga buku-buku yang dipakai untuk menulis," ujarnya.
Selain keterbatasan referensi, Hasrudin juga menyoroti kemampuan peserta dalam menulis ayat Al-Qur'an menggunakan tulisan Arab secara manual. Menurutnya, aspek tersebut masih menjadi kendala bagi sebagian peserta.
"Kurang mampu menulis bahasa Arab dengan tangan, sehingga butuh sampai 30 menit untuk menulis satu atau dua baris ayat. Padahal, menulis ayat menjadi bagian dari penilaian dewan hakim," kata Hasrudin.
Hasrudin menjelaskan, dewan hakim tidak hanya menilai isi tulisan, tetapi juga memastikan setiap karya benar-benar orisinal. Untuk itu, selain menggunakan aplikasi pendeteksi plagiarisme, penilaian juga dilakukan dengan mencermati data dan fakta yang disajikan, penggunaan bahasa ilmiah, serta sistematika penulisan.
"Ada dua cara untuk memastikan karya itu benar ilmiah dan orisinal. Yang pertama menggunakan robot cek plagiat, yang kedua dengan melihat tulisan peserta pada data dan fakta yang diungkap, bahasa yang baku dan jelas, teratur, dan sistematis," ucapnya.
Menurut Hasrudin, peningkatan kualitas peserta KTIQ membutuhkan pembinaan yang berkelanjutan, terutama dalam membangun budaya membaca dan memperkaya literatur ilmiah. Dengan bekal referensi yang kuat, peserta akan mampu menghasilkan karya yang lebih berkualitas sekaligus memberikan solusi terhadap persoalan masyarakat berdasarkan nilai-nilai Al-Qur'an.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....