Fahmil Al-Qur'an Uji Wawasan dan Kekompakan Regu Peserta MTQ Papua

  • 15 Jul 2026 18:54 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Cabang Musabaqah Fahmil Al-Qur'an menjadi salah satu perlombaan yang menyita perhatian pada hari pertama penyisihan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Papua, Rabu 15 Juli 2026. Berbeda dengan cabang tilawah maupun tahfiz, Fahmil Al-Qur'an menguji kemampuan peserta memahami kandungan Al-Qur'an, wawasan keislaman, kecepatan berpikir, hingga kekompakan dalam bekerja sama sebagai sebuah regu.

Dalam rilis Kemenag disebutkan perlombaan dipusatkan di Aula Insan Cendekia, Sentani, Kabupaten Jayapura. Pada babak penyisihan tampil enam regu, terdiri atas tiga regu putra dan tiga regu putri yang bersaing menjawab berbagai pertanyaan dari dewan hakim.

Ketua Majelis Musabaqah Fahmil Al-Qur'an, Arif Rofiki, menjelaskan bahwa cabang Fahmil Al-Qur'an memiliki karakter yang berbeda karena tidak hanya mengandalkan kemampuan individu, tetapi juga kerja sama tim dalam menyelesaikan setiap soal.

"Kompetensi utama yang diuji itu yang pertama pemahaman Al-Qur'an dan hadis. Di dalamnya terdiri atas hafalan, terjemah, hingga memahami kandungan ayat dan hadis," ujarnya.

Selain itu, lanjut Rofiki, peserta juga diuji penguasaan wawasan keislaman, mulai dari fikih, sejarah kebudayaan Islam, teologi Islam, ulumul Qur'an, hingga ulumul hadis.

Tak hanya itu, kemampuan berbahasa Arab dan bahasa Inggris juga menjadi bagian penting dalam perlombaan. Peserta dituntut mampu menerjemahkan ayat Al-Qur'an maupun teks keagamaan secara tepat.

"Secara praktis memang ada beberapa soal dalam Musabaqah Fahmil Al-Qur'an yang berkaitan dengan akurasi terjemah. Peserta diuji menerjemahkan ayat atau kalimat sesuai dengan tata bahasa," katanya.

Rofiki menambahkan, peserta juga harus menguasai materi berhitung, seperti pembagian waris (faraidh) dan perhitungan zakat, serta memiliki wawasan kebangsaan yang mencakup moderasi beragama dan berbagai regulasi terkait kehidupan beragama.

Menurutnya, keberhasilan dalam cabang Fahmil Al-Qur'an tidak hanya ditentukan oleh luasnya pengetahuan, tetapi juga kemampuan anggota regu berkomunikasi dan mengambil keputusan secara cepat.

"Yang tidak kalah penting saat di arena adalah kemampuan komunikasi dan teamwork dalam satu kelompok. Harus ada pembagian peran yang jelas, siapa juru bicaranya, dan mereka harus mampu berdiskusi sebelum memberikan jawaban," jelasnya.

Melalui cabang Fahmil Al-Qur'an, diharapkan lahir generasi Qur'ani yang tidak hanya fasih membaca Al-Qur'an, tetapi juga memiliki pemahaman yang luas, kemampuan berpikir kritis, serta mampu bekerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....