Ketua Majelis: Pembinaan Berkelanjutan Jadi Kunci Lahirnya Qari dan Qariah Berkua

  • 15 Jul 2026 15:58 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Pembinaan Al-Qur'an yang dilakukan secara berkelanjutan dinilai menjadi faktor utama dalam melahirkan qari dan qariah berkualitas. Pola pembinaan yang hanya dilakukan menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) dinilai belum cukup untuk menghasilkan peserta yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur'an secara optimal.

Hal itu disampaikan Ketua Majelis Tartil dan Tilawah MTQ XXXI Tingkat Provinsi Papua, Anang Firdaus, usai memimpin penilaian cabang Tartil Al-Qur'an di Arena Utama Kompleks Masjid Agung Al-Aqsha Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu 15 Juli 2026.

Menurut Anang, dari penampilan peserta pada hari pertama lomba terlihat jelas perbedaan antara peserta yang mendapatkan pembinaan secara rutin dengan peserta yang hanya dipersiapkan menjelang MTQ.

"Kelihatan sekali peserta yang betul-betul dibina secara berkelanjutan dengan peserta yang kurang mengalami pembinaan secara berkelanjutan. Itu terlihat dari kelancarannya, variasi lagu, hingga cara menata irama," ujarnya.

Ia menjelaskan, khusus pada cabang Tartil dan Tilawah golongan anak-anak, kendala yang paling sering ditemukan adalah kelancaran membaca Al-Qur'an. Kondisi tersebut dinilai wajar mengingat usia peserta masih dini, namun tetap dapat diminimalkan melalui pembinaan yang konsisten.

"Kebanyakan dari anak-anak itu yang menjadi kesalahan adalah salah baca atau tidak lancar. Kemudian yang dimaklumi adalah nafas karena mereka masih anak-anak. Tetapi semua itu bisa diminimalisir ketika dilakukan pembinaan yang berkelanjutan," katanya.

Anang menilai selama ini masih banyak daerah yang meningkatkan intensitas latihan hanya ketika MTQ akan dilaksanakan. Menurutnya, pola tersebut perlu diubah agar pembinaan berlangsung sepanjang tahun.

"Sering kali yang terjadi, menjelang event seperti ini baru kemudian dilatih. Idealnya kemampuan itu selalu dijaga secara konsisten. Menjelang lomba memang intensitasnya bisa ditambah, tetapi pembinaannya harus berlangsung terus-menerus," jelasnya.

Selain kemampuan membaca, Anang menekankan pentingnya melatih mental peserta sejak dini. Ia mengatakan peserta yang terbiasa tampil dalam berbagai kegiatan akan lebih percaya diri ketika mengikuti perlombaan.

"Kalau anak-anak sering dilatih, termasuk melalui simulasi seperti lomba, mereka akan lebih siap secara mental dan tidak mudah grogi. Karena ketika demam panggung, biasanya muncul kesalahan membaca bahkan sampai lompat ayat," ucap dia.

Karena itu, ia berharap Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Papua terus mendorong seluruh LPTQ kabupaten dan kota membangun sistem pembinaan yang berkesinambungan hingga ke tingkat distrik, TPQ, pesantren, dan madrasah.

"Harapan kami, MTQ ini menjadi puncak dari pembinaan yang berkelanjutan. Program LPTQ harus berjalan sampai ke bawah sehingga setiap pelaksanaan MTQ benar-benar menampilkan peserta yang kompetitif dan berkualitas," ujar dia.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....