Ketua LPTQ Papua: MTQ Bukan Sekadar Perlombaan

  • 15 Jul 2026 09:46 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Papua, H. Umar Ugar, menegaskan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) bukan sekadar ajang perlombaan membaca dan menghafal Al-Qur'an. Lebih dari itu, MTQ merupakan media dakwah, pembinaan karakter, dan penguatan persaudaraan yang harus mampu melahirkan generasi Qur'ani berakhlak mulia serta berkontribusi dalam pembangunan Papua.

Hal itu disampaikan Umar Ugar saat memberikan sambutan pada pembukaan MTQ XXXI Tingkat Provinsi Papua di Halaman Masjid Agung Al-Aqsha Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa 14 Juli 2026.

Menurutnya, penyelenggaraan MTQ memiliki makna strategis karena menjadi bagian dari upaya membumikan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman Papua.

"MTQ bukan sekadar perlombaan membaca atau menghafal Al-Qur'an. MTQ adalah media dakwah, pendidikan, pembinaan karakter, sekaligus sarana memperkuat persaudaraan masyarakat Papua yang hidup dalam keberagaman," ujar Umar.

Ia mengatakan, LPTQ Provinsi Papua berkomitmen terus memperkuat pembinaan Tilawatil Qur'an secara berkelanjutan di seluruh kabupaten dan kota. Karena itu, MTQ tidak boleh dipandang hanya sebagai kegiatan seremonial yang dilaksanakan setiap dua tahun, tetapi harus menjadi bagian dari proses pembinaan yang berkesinambungan.

"LPTQ berkomitmen memperkuat pembinaan Tilawatil Qur'an secara berkelanjutan sehingga MTQ tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi proses melahirkan generasi Qur'ani yang mampu berkontribusi bagi pembangunan Papua," katanya.

Umar menjelaskan, pembinaan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan membaca, menghafal, memahami, dan menulis Al-Qur'an, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat persaudaraan yang terkandung dalam ajaran Al-Qur'an.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut sangat dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat Papua yang hidup dalam keberagaman suku, agama, dan budaya.

Ia berharap seluruh peserta memanfaatkan MTQ sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri, memperluas persaudaraan, serta menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Umar juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pembinaan Al-Qur'an sejak usia dini agar semakin banyak lahir qari, qariah, hafiz, hafizah, dan generasi muda yang mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

"Keberhasilan MTQ bukan hanya ditentukan oleh lahirnya para juara, tetapi juga dari semakin tumbuhnya kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an dan semakin kuatnya semangat mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan," ujarnya.

MTQ XXXI Tingkat Provinsi Papua diikuti kafilah dari delapan kabupaten dan kota serta berlangsung pada 13–18 Juli 2026 di Kabupaten Jayapura. Ajang ini juga menjadi seleksi untuk menentukan peserta terbaik yang akan mewakili Provinsi Papua pada MTQ tingkat nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....