Kemenag dan BI Latih Rohis Jadi Kreator Konten

  • 30 Jun 2026 18:12 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama bekerja sama dengan Bank Indonesia melatih 78 pengurus pusat Rohani Islam (Rohis) dari berbagai provinsi dalam penguatan literasi digital, ekonomi syariah, dan pengembangan konten kreatif positif. Pelatihan tersebut dikemas dalam kegiatan Training of Trainers (ToT) Youth Content Creator Rohis Indonesia 2026 yang digelar di Bali.

Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama, M. Munir, mengatakan Rohis Indonesia harus menjadi wadah pembentukan generasi muda yang unggul dalam akhlak, ilmu pengetahuan, dan penguasaan teknologi. Ia juga mengapresiasi dukungan Bank Indonesia yang terus bersinergi dengan Kementerian Agama dalam pembinaan pelajar.

Menurut Munir, generasi Rohis saat ini tidak cukup hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan media sosial secara positif.

“Bukan hanya sekadar harus pintar agama, akhlak yang mulia, akan tetapi juga menguasai terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Munir kata Menag, yang dilansir dari laman Selasa (23/6/2026).

Ia meminta peserta menghasilkan karya nyata setelah mengikuti pelatihan dan mendorong lahirnya konten yang memberi dampak positif bagi masyarakat.

Munir menilai peran generasi muda semakin penting di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap diwarnai hoaks dan narasi yang menyesatkan.

“Hari ini medsos untuk melawan arus yang tentunya tidak sesuai fakta di lapangan,” katanya.

Menurutnya, Rohis juga perlu mengambil peran lebih luas sebagai penggerak perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat.

“Agent of change, agent of development, dan agent of control dalam hal kebaikan,” ucapnya.

Rohis Indonesia yang dibentuk pada November 2025 diharapkan mampu berkembang menjadi organisasi pelajar yang memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Sementara itu, Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Mohammad Nuryazidi menekankan pentingnya membangun generasi muda yang tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen dan pencipta nilai ekonomi.

Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan ekonomi dan industri halal.

“Indonesia memang punya posisi dan potensi. Di sisi lain kita di posisi satu untuk modest fashion. Kualitas tekstil kita terbaik di dunia, top tiga halal food,” ujarnya.

Ia menilai tantangan berikutnya adalah memperkuat kapasitas produksi dan industri nasional.

“Kita biasa jajan, biasa makan, biasa belanja, tetapi belum optimal di sisi produksi dan pengelolaan industri. Jangan fokus ke konsumsi, kita mulai produksi. Produksi, produksi, produksi,” kata dia.

Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali materi mengenai prinsip dasar ekonomi syariah, gaya hidup halal, kepemimpinan di era digital, serta strategi produksi konten digital bertema ekonomi dan keuangan syariah untuk disebarluaskan melalui media sosial.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....