Wamenag: Edukasi Orang Dewasa Kunci Lindungi Anak
- 30 Jun 2026 18:13 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID.Jakarta, Jayapura – Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i menegaskan pencegahan kekerasan terhadap anak tidak cukup hanya dilakukan melalui edukasi kepada anak. Menurutnya, penguatan pemahaman juga harus menyasar orang dewasa yang berinteraksi langsung dengan anak karena mayoritas pelaku kekerasan berasal dari kelompok tersebut. Pernyataan itu disampaikan usai mengikuti Rapat Tingkat Menteri Penyelenggaraan Gerakan #RuangAmanNyamanAnak, kata Menag yang dilansir dari laman kemenag.go.id, Selasa 30 Juni 2026.
“Ini kan yang menjadi korban anak, dan pelakunya mayoritas bukan anak. Maka selain memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada anak, maka yang lebih penting lagi adalah bagaimana mengedukasi orang dewasa yang berhubungan dengan anak tersebut,” ujar Romo.
Menurut Romo, perlindungan anak harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kerja sama lintas kementerian dan lembaga agar upaya pencegahan tidak berjalan sendiri-sendiri maupun hanya bersifat sesaat.
Karena itu, pemerintah menyepakati pembentukan satuan tugas untuk memperkuat koordinasi sekaligus memastikan penanganan dan pencegahan kekerasan terhadap anak berjalan sepanjang tahun.
“Itulah tadi kenapa disepakati membentuk Satgas sehingga upaya ini gak berlangsung sporadis, tapi berlangsung sepanjang tahun tanpa henti. Dan harus ada call center yang cepat merespon dan lain sebagainya,” katanya.
Romo juga mengusulkan agar sistem pengawasan terhadap pencegahan kekerasan dilakukan secara permanen, khususnya di lingkungan pendidikan. Menurutnya, pendidikan berlangsung terus-menerus sehingga membutuhkan mekanisme pengawasan, evaluasi, serta ruang pelaporan yang aktif dan berkelanjutan.
“Kalau memang kita ingin serius mengatasi persoalan terhadap anak ini, bisa lebih diminimalisir dan kita betul-betul bisa menunjukkan ruang aman bagi anak-anak, maka harus ada tim satgas khusus yang bekerja terus-menerus,” ucapnya.
Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap upaya perlindungan anak dapat berjalan lebih terstruktur, responsif, dan mampu menciptakan lingkungan yang aman serta nyaman bagi tumbuh kembang anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....