Kemdikdasmen dan LKP Cia Latih Pemuda Papua Jadi Tenaga Kecantikan Profesional

  • 08 Jun 2026 16:17 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) bekerja sama dengan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Cia Kota Jayapura menggelar pelatihan tata rambut bagi generasi muda Papua guna meningkatkan keterampilan kerja dan mengurangi angka pengangguran. Program pelatihan berbasis kompetensi tersebut diikuti puluhan peserta yang mayoritas merupakan Orang Asli Papua (OAP). Mereka akan menjalani pelatihan selama 28 hari atau setara 200 jam pelajaran sebelum mengikuti uji kompetensi.

Ketua LKP Cia Jayapura, Samsiah, mengatakan peserta yang mengikuti program merupakan pencari kerja berusia 18 hingga 25 tahun yang telah melalui proses seleksi.

"Peserta yang mengikuti program ini telah melalui proses seleksi yang ketat. Mereka merupakan pencari kerja yang diprioritaskan untuk memperoleh keterampilan sebagai bekal memasuki dunia kerja," kata Samsiah di Jayapura, Senin 8 Juni 2026.

Ia menjelaskan pelatihan tata rambut level 2 mencakup berbagai materi, mulai dari teknik pencucian, pengeringan, penataan hingga perawatan rambut sesuai standar industri kecantikan.

Menurutnya, setelah lulus uji kompetensi, peserta akan memperoleh sertifikat dari LKP Cia dan Kemdikdasmen yang dilengkapi pengakuan kompetensi sesuai standar nasional.

"Sertifikat kompetensi ini menjadi bekal penting bagi peserta untuk mencari pekerjaan maupun membuka usaha mandiri di bidang kecantikan," ujarnya.

Samsiah berharap program tersebut dapat melahirkan tenaga kerja terampil sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha baru dari kalangan generasi muda Papua.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Lembaga Kursus dan Pelatihan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Sugi Rahayu, mengapresiasi pelaksanaan program yang dinilai mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Papua.

"Pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan karena dapat membantu anak-anak muda memperoleh keterampilan dan membuka peluang kerja yang lebih luas," katanya.

Ia menambahkan, keterlibatan mayoritas peserta dari kalangan Orang Asli Papua menjadi nilai positif karena manfaat program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap semakin banyak generasi muda Papua memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja maupun kemampuan untuk membangun usaha secara mandiri, sehingga dapat berkontribusi dalam menekan angka pengangguran di daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....