Menag: Nilai Dharma Relevan Hadapi Tantangan Zaman

  • 31 Mei 2026 19:28 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menilai ajaran Dharma memiliki relevansi kuat dalam menjawab berbagai tantangan dunia modern, mulai dari konflik sosial, krisis lingkungan, ketimpangan kemanusiaan, hingga tekanan terhadap kesehatan mental masyarakat. Dilansir dari laman kemenag.go.id, Minggu 31 Mei 2026, Menag mengajak umat Buddha untuk merenungkan makna Trisuci Waisak yang memperingati tiga peristiwa agung dalam kehidupan Sang Buddha, yakni kelahiran Pangeran Siddharta Gautama, pencapaian Pencerahan Sempurna, dan Parinibbana.

Menurutnya, ketiga peristiwa tersebut mengandung pesan universal tentang harapan, kebijaksanaan, dan pengabdian untuk menghadirkan kebaikan bagi sesama.

“Dari kelahiran, kita belajar tentang harapan dan potensi kebaikan dalam diri manusia. Dari Pencerahan, kita belajar tentang pentingnya kebijaksanaan dalam menghadapi kehidupan. Dari Parinibbana, kita belajar tentang nilai-nilai Dharma yang terus memberi inspirasi bagi umat manusia lintas generasi,” ujar Menag.

Menag menilai ajaran Buddha tentang welas asih, kesederhanaan, dan jalan tengah dapat menjadi inspirasi dalam membangun kehidupan sosial yang damai dan berkelanjutan.

Ia juga mengutip ajaran dalam Dhammapada Ayat 183 yang mengajarkan pentingnya menjauhi perbuatan buruk, mengembangkan kebajikan, dan menjaga kejernihan pikiran.

“Pesan-pesan universal seperti cinta kasih, penghormatan terhadap sesama, dan pengendalian diri merupakan modal sosial yang sangat penting dalam membangun masyarakat yang rukun dan berkeadaban,” katanya.

Menurut Menag, nilai-nilai tersebut sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan global saat ini.

Ia berharap semangat Waisak dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menebarkan kebaikan dan memperkuat kepedulian sosial.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....