Hilal 1 Zulhijjah 1447 H Tidak Terlihat di Papua

  • 17 Mei 2026 20:13 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura — Hilal penanda awal Zulhijjah 1447 Hijriah tidak berhasil terlihat di Papua saat pemantauan yang dilakukan di Bukit Hele’yo Yobeh, Sentani, Kabupaten Jayapura, Minggu 17 Mei 2026. Kondisi cuaca berawan serta adanya penghalang di area pengamatan menjadi faktor utama tidak teramati nya hilal. Pemantauan dilakukan oleh Tim Rukyatul Hilal Provinsi Papua bersama Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura. Lokasi tersebut menjadi salah satu dari 88 titik pemantauan hilal di Indonesia.

Ketua Tim Rukyatul Hilal Provinsi Papua, Hendra Yulia Rahman, mengatakan secara perhitungan astronomi posisi hilal sebenarnya telah memenuhi kriteria imkanur rukyat atau memungkinkan untuk diamati.

“Hilal tidak terlihat meskipun sudah berada di atas ufuk. Tinggi hilal sekitar 4,3 derajat dan elongasinya sudah mencapai sekitar 6,4 derajat,” kata Hendra, dalam rilis Kemenag.

Menurutnya, ada sejumlah faktor yang memengaruhi hasil pengamatan pada sore itu. “Ada beberapa sebab, yang pertama kondisi cuaca berawan. Yang kedua adanya obstacle atau penghalang berupa bukit maupun hutan di arah fokus pengamatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebelumnya titik pengamatan di Papua pernah mencatat keberhasilan melihat hilal sehingga tim berharap kondisi serupa dapat kembali terjadi tahun ini.

“Kita berharap hilal dapat terlihat karena sebelumnya sudah beberapa kali terlihat di Papua, di sini. Kalau hari ini bisa terlihat, mungkin menjadi catatan tersendiri bagi pengamatan hilal di Indonesia,” katanya.

Hendra juga mengapresiasi seluruh pihak yang tetap terlibat dalam pelaksanaan rukyatul hilal meski berlangsung pada hari libur.

“Kami berterima kasih kepada seluruh tim, termasuk BMKG yang terus memberikan dukungan sehingga kegiatan ini tetap dapat terlaksana,” ucap dia.

Perwakilan BBMKG Wilayah V Jayapura, Danang Pamuji D.L.Y., mengatakan pemantauan hilal awal Zulhijjah memiliki arti penting bagi umat Islam karena berkaitan dengan penentuan waktu ibadah haji dan Iduladha.

“Walaupun hari libur dan long weekend, kita tetap bekerja untuk umat. Bulan Zulhijjah merupakan bulan penting bagi umat Muslim karena berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji,” ujarnya.

Sementara itu, sambutan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Klemens Taran yang dibacakan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jayapura, Steven Alexander Wonmaly, menekankan pentingnya pengamatan hilal sebagai perpaduan antara syariat Islam dan ilmu pengetahuan modern.

“Papua memiliki peran strategis dalam pengamatan hilal karena menjadi wilayah pertama yang melakukan pengamatan di Indonesia. Oleh karena itu, akurasi dan kesungguhan tim di lapangan sangat menentukan sebagai bahan laporan dalam Sidang Isbat tingkat nasional,” ucapnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....