Diserang Hoaks, Menag Tegaskan Nol Toleransi Kekerasan

  • 06 Mei 2026 10:49 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmennya untuk tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual, di tengah maraknya hoaks yang beredar di media sosial. Ia menyebut, sejumlah informasi yang beredar terkait kasus kekerasan seksual telah dipelintir menjadi konten disinformasi dan sengaja diarahkan untuk menyerang dirinya.

“Sikap saya terkait tindak kekerasan seksual itu jelas dan tegas. Tidak ada toleransi untuk tindak kekerasan seksual. Saya tidak pernah menoleransi sedikit pun tindakan yang mencederai martabat kemanusiaan,” kata Menag, dalam rilis Kemenag, Rabu 6 Mei 2026.

Kata Menag, penolakan terhadap kekerasan tidak hanya sebagai pejabat negara, tetapi juga sebagai sikap kemanusiaan. “Saya tidak hanya sebagai Menteri Agama, tapi sebagai seorang manusia juga menyatakan semua yang bertentangan dengan moralitas itu harus menjadi musuh bersama," ucap dia.

Menag juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bermartabat. Menurutnya, lembaga pendidikan keagamaan harus menjadi ruang yang melindungi peserta didik dari segala bentuk kekerasan.

"Lembaga pendidikan agama harus menjadi tempat paling aman bagi anak-anak kita untuk belajar, harus menjadi contoh masyarakat yang ideal,” ujarnya.

Untuk itu, Kementerian Agama telah memperkuat regulasi dan mekanisme pembinaan di satuan pendidikan keagamaan, termasuk pengawasan terhadap aktivitas di pondok pesantren.

“Ini akan menjadi concern kami, terutama masalah terkait pondok pesantren ya. Kami sudah membentuk satuan pembinaan Pondok Pesantren, yang mana pimpinan pondok pesantren berkolaborasi untuk mengawasi dan mencegah penyimpangan apapun yang terjadi di pondok pesantren,” ujar Menag.

Di akhir pernyataannya, Menag mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial, khususnya dalam menghadapi hoaks.

“Marilah menjadi pemutus rantai hoaks dengan saring sebelum sharing. Cerdas bermedia sosial adalah cara kita menjaga kedamaian untuk sesama," kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....