Kemenag Dorong Peran Ayah lewat GATI

  • 30 Apr 2026 13:44 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama terus mendorong penguatan peran ayah dalam keluarga melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) berbasis nilai keagamaan. Program ini menjadi bagian dari strategi nasional memperkuat ketahanan keluarga dan mencegah kekerasan dalam rumah tangga. Dilansir dari lama Kemenag.go,id, Direktur Penerangan Agama Islam, Muchlis M. Hanafi, mengatakan GATI tidak sekadar program edukasi, tetapi gerakan moral dan sosial yang menempatkan ayah sebagai pilar utama keluarga.

“Dalam perspektif Islam, ayah tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendidik nilai, penjaga akhlak, pelindung keluarga, dan teladan dalam kehidupan sosial. Karena itu, penguatan peran ayah merupakan bagian penting dalam membangun keluarga yang sakinah dan masyarakat yang harmonis,” kata Muchlis, Selasa 28 April 2026.

Ia menjelaskan, implementasi GATI akan diintegrasikan dalam berbagai layanan keagamaan, seperti bimbingan perkawinan, penyuluhan agama, majelis taklim, hingga khutbah tematik di masjid. Selain itu, penyuluh agama didorong menjadi penggerak di tingkat masyarakat melalui kelas-kelas ayah dan pendampingan keluarga. Menurutnya, langkah ini merespons sejumlah tantangan yang dihadapi keluarga Indonesia, mulai dari tingginya angka perceraian, kasus kekerasan dalam rumah tangga, hingga kurangnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. Perkembangan teknologi digital juga dinilai membawa tantangan baru dalam pola pengasuhan.

“Anak-anak kita hari ini tidak hanya membutuhkan ayah yang hadir secara fisik dan ekonomi, tetapi juga ayah yang hadir secara emosional, spiritual, dan edukatif. Kehadiran ayah dalam kehidupan anak merupakan faktor penting dalam membentuk karakter, ketahanan mental, dan masa depan mereka,” katanya.

Lebih lanjut, Muchlis menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam implementasi GATI. Kementerian Agama, kata dia, telah menyiapkan bahan literasi dan panduan berbasis nilai agama, serta akan bersinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait. Program ini juga diperkuat melalui kampanye publik berbasis media digital agar pesan tentang pentingnya peran ayah dapat diterima lebih luas.

“Gerakan Ayah Teladan Indonesia harus menjadi gerakan bersama. Dari rumah, masjid, majelis taklim, hingga ruang digital, kita ingin menghadirkan sosok ayah yang tidak hanya memberi, tetapi juga membimbing dan memberi teladan,” kata Muchlis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....