Santri Ramadan Didorong Miliki Kompetensi Masa Depan

  • 28 Feb 2026 13:17 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Direktorat Pesantren Kementerian Agama menggelar kegiatan Takjil Pesantren, Talkshow, dan Ngaji Bareng Santri di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026), sebagai bagian program “San Trend Ramadan”.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamarudin Amin menekankan santri perlu menargetkan pembelajaran maksimal, tidak hanya tafaqquh fiddin, tetapi juga memahami ilmu ketatanegaraan dan kebangsaan. “Santri masa kini harus bisa belajar ketatanegaraan sehingga sukses di pos-pos strategis,” ujarnya.

Pengasuh PP Al-Tsaqafah KH Said Aqil Siradj menjelaskan kekayaan tradisi pesantren melalui kitab kuning yang mengandung tiga pilar ilmu: bayan ilahi, bayan nabawi, dan bayan aqli. “Tradisi kitab kuning melahirkan ijma serta qiyas sebagai metode istinbath hukum,” tegasnya.

Direktur Pesantren Basnang Said menegaskan tema “Dari Pesantren untuk Dunia: Proyeksi Santri Masa Depan” sebagai arah strategis pembinaan santri, menekankan kombinasi tradisi keilmuan, adaptasi terhadap perubahan, dan komitmen kebangsaan. “Santri harus menjaga identitas keislaman dan keindonesiaannya, berwawasan luas, dan berkomitmen untuk Indonesia,” pungkasnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita