Menag RI Bahas Tiga Strategi Layanan Haji Indonesia
- 15 Jan 2025 14:23 WIB
- Jayapura
KBRN, Jayapura: Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar bertemu Menteri Haji dan Umrah Saudi, Tawfiq F. Al Rabiah. Pertemuan strategis ini berlangsung di Jeddah, Arab Saudi, pada Minggu 12 Januari 2025.
Dalam pertemuan itu, Menag menyampaikan tiga fokus utama untuk meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji Indonesia. Hal ini diungkapkan Menag usai memimpin rapat di Kantor Urusan Haji (KUH) di Konsulat Jenderal RI Jeddah.
"Pembicaraan kita itu tadi ada tiga komponen, dan itu semua dalam rangka meningkatkan layanan jemaah haji Indonesia," kata Menag, dalam siaran pers Kemenag, Rabu (15/1/2025).
Menag meminta tambahan kuota petugas haji untuk mendampingi jemaah lansia. Berdasarkan data, lebih dari 42 ribu jemaah berusia di atas 65 tahun akan berangkat haji tahun ini.
Menag menekankan pentingnya pendampingan optimal, terutama bagi jemaah dengan keterbatasan fisik. Saat ini, kuota petugas hanya 2.210 orang, yang dinilai tidak memadai.
Kedua, Menag melobi agar petugas haji dibebaskan dari biaya masuk Masyair (Arafah-Muzdalifah-Mina). Usulan ini diharapkan meringankan beban operasional pada musim haji mendatang.
Ketiga, Menag mengusulkan skema Tanazul untuk mengurangi kepadatan di Mina. Skema ini memungkinkan jemaah beristirahat di hotel setelah melaksanakan ritual di Jamarat.
"Skema ini akan mengurangi kepadatan di Mina. Jumlah jemaah haji Indonesia sangat banyak dan skema ini dirasa akan berpengaruh dalam mengurangi kepadatan," ucap Menag.
Menag juga bertemu dengan stakeholder penyedia layanan haji di Arab Saudi. Ia mengapresiasi kerjasama pemerintah Saudi yang mendukung penyelenggaraan haji lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....