Kebebasan Pers Papua Perlu Dukungan dan Perlindungan

  • 08 Mei 2026 11:42 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Papua, Jean Bisay menyebut pelaksanaan World Press Freedom Day (WPFD) di Papua berjalan lancar dan sukses. Papua juga menjadi tuan rumah penyelenggaraan WPFD untuk pertama kalinya.

Jean mengatakan, kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu menghasilkan “Deklarasi Jayapura” yang dirangkum melalui berbagai agenda seperti talkshow, seminar, dan diskusi bersama sejumlah pihak terkait.

“Dalam kegiatan ini hadir berbagai unsur mulai dari jurnalis, pemerintah, stakeholder, pihak kepolisian hingga Kodam Cenderawasih untuk bersama-sama membahas kebebasan pers di Papua,” ujar Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Papua, Jean Bisay lewat dialog interaktif Polisi menyapa pada Kamis (7 Mei 2026).

Menurut Jean, salah satu poin penting dalam deklarasi tersebut adalah perlindungan terhadap jurnalis dalam menjalankan tugas peliputan di lapangan. Ia menilai kebebasan pers harus dijaga agar para wartawan dapat bekerja dengan aman dan profesional.

Jean mengakui, indeks kemerdekaan pers dan indeks jurnalistik di Papua mengalami penurunan dibanding tahun 2024. Hal itu dipengaruhi sejumlah faktor seperti kondisi ekonomi, keamanan, hingga perlindungan terhadap jurnalis saat melakukan peliputan.

“Pendapatan media juga menurun dan situasi keamanan di lapangan terkadang membuat jurnalis kesulitan saat meliput, terutama ketika ada aksi demonstrasi,” katanya.

Ia menambahkan, perlu adanya sinergitas antara insan pers dan aparat keamanan, khususnya kepolisian, agar wartawan mendapat perlindungan saat bertugas di lokasi yang berisiko.

Jean juga mengusulkan adanya identitas khusus atau ID card bagi wartawan yang melakukan peliputan aksi damai sehingga aparat keamanan dapat mengenali dan memberikan perlindungan ketika situasi menjadi tidak kondusif.

Selain itu, setiap kantor media diharapkan memiliki standar operasional prosedur (SOP) peliputan, terutama saat meliput aksi demonstrasi. Menurutnya, wartawan perlu mempersiapkan diri sekaligus memperhatikan situasi dan kondisi di lapangan demi keselamatan bersama.

Dalam kesempatan itu, Jean menegaskan bahwa setiap informasi atau berita yang diproduksi jurnalis telah melalui proses verifikasi sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.

“Berita yang dibuat wartawan tentu melewati tahapan verifikasi sehingga kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan, berbeda dengan informasi yang belum jelas sumber dan faktanya,” ucapnya.

Ia berharap para jurnalis di Papua tetap menjalankan tugas secara profesional dengan menaati kode etik jurnalistik serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Wartawan Papua memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, sehingga budaya cek dan ricek harus terus dilakukan sebelum menerima maupun menyebarkan informasi,” katanya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....