Satgas ODC Menangkap Komandan Kompi KKB Kodap XVI Yahukimo
- 09 Mar 2026 20:39 WIB
- Jayapura
RI.CO.ID, Jayapura – Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 berhasil menangkap seorang anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) bernama Philip Kobak alias Nenak Kobak di Dekai, Kabupaten Yahukimo.
Philip Kobak diketahui menjabat sebagai Komandan Kompi Kimbusa Kodap XVI Yahukimo dan diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan di wilayah tersebut.
Penangkapan dilakukan tim Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz sekitar pukul 16.44 WIT di area Gereja GIDI Kali Brasa, Dekai, setelah aparat melakukan pemantauan dan pengejaran terhadap yang bersangkutan.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes. Pol. Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa penangkapan tersebut merupakan hasil pengembangan penyelidikan terhadap jaringan KKB di wilayah Yahukimo.
“Penangkapan ini merupakan bagian dari pengembangan penyelidikan Satgas Gakkum terhadap jaringan KKB Yahukimo. Yang bersangkutan terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan,” ujar Kombes. Yusuf, Senin (9/3/2026).
Dijelaskan, penangkapan bermula dari proses pemantauan dan scanning target oleh tim Satgas Gakkum sekitar pukul 15.30 WIT. Sekitar pukul 16.15 WIT, target terdeteksi berada di pertigaan Jalan Jhon Banua, Dekai.
Tim kemudian melakukan pengejaran hingga ke area Gereja Kali Brasa. Saat mengetahui keberadaan aparat, tersangka sempat meninggalkan kendaraan dan melarikan diri ke arah hutan. Setelah dilakukan penyisiran, aparat akhirnya berhasil mengamankan tersangka pada pukul 16.44 WIT.
Dari tangan tersangka, aparat mengamankan sejumlah barang di antaranya uang tunai sekitar Rp1.135.000, satu unit telepon genggam merek ITEL warna pink, satu tas hitam bertuliskan Summit Series, satu noken hijau, satu senter, serta satu charger handphone.
Sehari setelah penangkapan, tim Satgas Operasi Damai Cartenz melanjutkan penyelidikan dengan melakukan penggeledahan di rumah tersangka di Jalan Gunung, Kampung Tomon 2, Dekai, serta beberapa lokasi yang diduga menjadi tempat persinggahan kelompok tersebut.
Dari penggeledahan tersebut, aparat menemukan sejumlah barang bukti, antara lain empat butir amunisi kaliber 5,56 mm, dua butir amunisi kaliber 9 mm, besi runcing, busur dan 31 anak panah, empat parang, tiga kapak, satu sangkur, dua pisau dapur, satu proyektil kaliber 5,56 mm, serta 45 selongsong amunisi kaliber 7,62 mm dan 5,56 mm.
Selain itu, penyidik juga mengamankan sejumlah tas, noken, serta dokumen pribadi milik tersangka.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Philip Kobak diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan di Yahukimo, di antaranya pembacokan terhadap Muhammad Syarif pada 11 Januari 2026 serta pembakaran SMK Negeri 2 Dekai pada 14 Februari 2026.
"Keterlibatan tersangka dalam sejumlah peristiwa lainnya masih terus didalami oleh penyidik Satgas Gakkum," tutur Kombes. Pol. Yusuf Sutejo.
Sementar itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen. Pol. Faizal Ramadhani menegaskan, langkah yang dilakukan aparat merupakan bagian dari penegakan hukum yang dilaksanakan secara profesional.
“Upaya yang dilakukan aparat merupakan bagian dari penegakan hukum yang dilaksanakan secara profesional, terukur, dan sesuai prosedur. Kami berkomitmen untuk terus menjaga situasi keamanan di Papua, khususnya di wilayah Yahukimo,” tegas Brigjen. Faizal.
Ia menambahkan, aparat akan terus melakukan langkah penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan agar situasi keamanan tetap kondusif dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.