Daya Tarik Harga Murah Mengalahkan Merek dan Kualitas
- 16 Jun 2026 15:56 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Fenomena selera konsumen saat ini, menunjukkan kecenderungan yang sangat kuat terhadap tawaran harga ekonomis di pasar. Keputusan memilih produk terjangkau, sering kali menjadi prioritas utama dibandingkan dengan nama besar sebuah merek dagang.
Tekanan situasi ekonomi global, memaksa masyarakat untuk bersikap lebih rasional dalam mengatur pengeluaran keuangan bulanan mereka. Akibatnya, pertimbangan penghematan anggaran belanja keluarga menjadi faktor penentu paling dominan ketika mereka bertransaksi di toko.
Perkembangan teknologi manufaktur masa kini, berhasil memangkas kesenjangan standardisasi mutu produk yang beredar luas di masyarakat. Barang tanpa merek terkenal, kini mampu menyamai efisiensi fungsi kegunaan inti yang ditawarkan oleh produsen papan atas.
Kemudahan akses informasi digital, juga membuat konsumen menyadari bahwa harga tinggi tidak selalu menjamin keunggulan mutu. Mereka dengan mudah menemukan alternatif produk sejenis, yang menawarkan efektivitas fungsi serupa dengan nilai jauh lebih murah.
Strategi promosi gencar berupa potongan harga, langsung terbukti sangat efektif memicu dorongan belanja impulsif dalam skala besar. Ketakutan kehilangan kesempatan mendapatkan penawaran terbaik, sering kali mengaburkan logika rasional tentang ketahanan jangka panjang suatu barang.
Pergeseran perilaku belanja ini, akhirnya memaksa pelaku industri raksasa memutar otak demi mempertahankan pangsa pasar mereka. Produsen kini berlomba menciptakan lini produk baru yang lebih ekonomis, tanpa mengorbankan standar keselamatan mendasar bagi konsumen.
Steve Posavac dari Universitas Vanderbilt, dalam Journal of Consumer Research ,menemukan konsumen menganggap harga rendah sebagai penawaran bagus. Persepsi pembeli tentang harga rendah, bergantung pada apa yang mereka pikirkan ketika memutuskan untuk membeli suatu produk.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....