Perbedaan Thrifting dan Preloved yang Wajib Diketahui sebelum Membeli

  • 10 Mei 2026 05:35 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Di era fesyen saat ini, banyak orang mulai beralih membeli thrifting dan preloved sebagai cara belanja lebih hemat. Tapi, apa sebenarnya perbedaan thrifting atau preloved?

Melansir periskop.id, thrift merupakan istilah dari barang-barang bekas. Termasuk barang dari luar negeri yang dijual kembali dengan harga sangat terjangkau.

Di toko thrift, kita bisa menemukan pakaian sampai perlengkapan rumah tangga dengan harga miring. Tapi, tetap perlu teliti saat membeli, supaya mendapatkan barang dengan kondisi baik.

Sedangkan preloved, adalah barang milik sendiri atau yang sudah dipakai tetapi masih bagus, sehingga layak dijual kembali. Barang preloved biasanya punya nilai jual tinggi, karena biasanya mereka menjual barang bermerek dan dirawat baik oleh pemiliknya.

Preloved biasanya lebih menekankan kualitas dan kondisi barang dari pemiliknya. Karena barang preloved pada umumnya lebih terjamin dan informasinya lebih jelas.

Dalam dunia fesyen, thrifting dan preloved dianggap sama, padahal keduanya tampak berbeda. Barang thrifting biasanya dijual di pasar loak atau ditoko barang bekas. Sedangkan barang preloved biasanya dijual langsung oleh pemiliknya dan melalui platform online atau butik khusus.

Thrifting dan prevoled, tentunya mempunyai kekurangan dan kelebihan. Kelebihan membeli barang thrifting, yaitu harga sangat terjangkau dan sering menemukan barang-barang unik atau vintage.

Sedangkan kekurangan dari membeli barang thrifting, yaitu kondisi barang tidak stabil. Butuh waktu untuk memilih satu persatu barang yang sesuai dengan keinginan.

Jika membeli barang preloved, kelebihan yang didapat adalah kualitas barang terjaga. Biasanya barang preloved dijaga dengan baik oleh pemiliknya. Sehingga kondisi barang lebih terjamin dan bisa mendapatkan barang bermerek yang dijual dengan harga terjangkau.

Sedangkan kekurangan yang dimiliki barang preloved, harga lebih mahal dibanding dengan barang thrifting. Risiko barang palsu atau tidak sesuai deskripsi bisa terjadi. Banyak juga penjual preloved tidak menerima retur, sehingga pembeli harus ekstra teliti sebelum membeli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....