Reptil di Papua Justru Jadi Primadona Sareja

  • 08 Apr 2026 12:46 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Bagi pecinta reptil, ular dan sejenisnya menjadi primadona yang dijadikan sahabat dalam keseharian mereka tanpa rasa takut berlebihan. Hal itu terungkap dalam bincang Podcast RRI Jayapura bersama komunitas Sareja atau Sahabat Reptil Jayapura beberapa waktu lalu.

Menurut Ale, salah satu anggota Sareja Jayapura, dirinya tidak pernah merasa takut saat berhadapan dengan ular dan reptil lainnya.

Baginya reptil bukan ancaman, melainkan sahabat yang dipahami perilakunya sehingga rasa takut dapat dihilangkan.

“Saya tidak pernah merasa takut dengan reptil, kalaupun itu reptil yang berbisa. Tidak perlu takut dan panik saat digigit, karena justru kepanikan itu, bisa berakibat fatal," ujarnya.

Ketua Sareja, Alam, bahkan mengaku sering digigit ular namun pengalaman tersebut membuat mereka semakin memahami dan mencintai reptil. Mereka sering mempraktekkan cara penanganan gigitan kepada pengunjung, sekaligus mempelajari jenis reptil apakah berbisa atau tidak secara langsung.

"Kami mempelajari jenis reptil berbisakah atau tidak. Walaupun reptilnya berbisa, intinya tidak boleh panik," ucapnya.

Menurut Alam dan Ale, warna reptil tidak menentukan apakah berbisa atau tidak, sehingga masyarakat tidak perlu langsung merasa takut. Mereka menjelaskan ada gigitan kering tanpa darah dan gigitan basah yang menyebabkan pendarahan hingga sesak nafas tergantung jenisnya.

"Reptil yang berwarna belum tentu berbisa. Demikian juga reptil yang tidak berwarna, belum tentu tidak berbisa," ujar keduanya.

Masyarakat diingatkan untuk tidak panik serta tidak melakukan sayatan pada luka gigitan, karena dapat memperparah kondisi tubuh korban. Keduanya menyarankan melakukan sepalak pada area gigitan dan segera ke fasilitas kesehatan, untuk mendapatkan penanganan medis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....