Cara Bertanya Orang Manipulatif
- 27 Jul 2026 01:47 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Tidak semua pertanyaan lahir dari rasa ingin tahu, karena sebagian digunakan untuk memengaruhi, mengendalikan, atau memanipulasi orang lain. Dalam situasi tertentu, pertanyaan menjadi alat membentuk emosi, keputusan, serta perilaku seseorang tanpa disadari oleh korbannya sendiri.
Melansir dari YourTango, terdapat beberapa ciri pertanyaan manipulatif yang perlu dikenali agar tidak mudah terpengaruh oleh pelakunya. Pelaku manipulatif sering mengungkit kebaikan masa lalu melalui pertanyaan, agar korbannya merasa berutang budi dan akhirnya menuruti keinginannya. Cara tersebut memanfaatkan rasa bersalah, sehingga korban lebih mudah mengikuti keinginan tanpa mempertimbangkan kepentingan dirinya sendiri secara utuh.
Sindiran juga kerap disamarkan melalui humor sehingga terdengar ringan, padahal sebenarnya melukai perasaan lawan bicara secara mendalam sekali. Pelaku kemudian beralasan hanya bercanda, meskipun ucapannya telah meninggalkan luka emosional yang sulit dilupakan oleh korbannya.
Mereka juga mempertanyakan keyakinan diri dengan nada meremehkan, agar korban mulai meragukan kemampuan yang sebenarnya telah dimiliki sebelumnya. Strategi tersebut sengaja dilakukan, untuk melemahkan kepercayaan diri sehingga korban lebih mudah dipengaruhi dalam mengambil berbagai keputusan penting.
Saat terdesak, pelaku sering mempertanyakan kepercayaan korban untuk menutupi kebohongan yang sedang berusaha disembunyikan dari orang lain. Pertanyaan tersebut biasanya disampaikan dengan ekspresi terluka, agar korban merasa bersalah dan akhirnya menghentikan rasa curiganya terhadap pelaku.
Pelaku manipulatif juga memosisikan dirinya sebagai korban melalui pertanyaan defensif, ketika menerima kritik atas kesalahan yang diperbuat sebelumnya. Alih-alih mengakui kesalahan, mereka menyerang balik menggunakan pertanyaan sinis untuk mengalihkan perhatian dari persoalan yang sebenarnya terjadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....