Gen Z dan Milenial, Benarkah Memiliki Perbedaan yang Signifikan?
- 01 Agt 2026 04:23 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Perbedaan antara Generasi Z dan milenial kerap menjadi perbincangan, mulai dari gaya bekerja hingga cara memanfaatkan teknologi. Namun, sejumlah peneliti menilai perbedaan tersebut tidak sesederhana stereotip yang selama ini berkembang di masyarakat.
Menurut penelitian Pew Research Center, generasi merupakan alat analisis untuk memahami perubahan sosial. Lembaga tersebut mendefinisikan milenial adalah mereka yang lahir pada 1981–1996. Sedangkan Gen Z merupakan kelompok yang lahir mulai 1997-2012, meski batas tersebut dapat berubah seiring berkembangnya penelitian.
Salah satu perbedaan yang paling sering dibahas, adalah pengalaman terhadap perkembangan teknologi. Milenial tumbuh ketika internet mulai berkembang. Sedangkan Gen Z lahir saat internet, media sosial, dan telepon pintar telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Pengalaman tersebut, membentuk cara kedua generasi memperoleh informasi dan berkomunikasi. Gen Z dikenal lebih akrab dengan platform digital sejak usia dini. Sementara milenial, mengalami proses adaptasi terhadap perubahan teknologi yang berlangsung pesat.
Meski demikian, penelitian Pew Research Center menunjukkan kesamaan keduanya. Gen Z dan milenial, memiliki pandangan yang sama terhadap sejumlah isu sosial. Kesamaan tersebut terlihat pada isu perubahan iklim, keberagaman, hingga peran pemerintah dalam berbagai kebijakan publik.
Michael Dimock, Presiden Pew Reasearch Center, juga mengingatkan bahwa perilaku seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh generasinya. Faktor usia, pengalaman hidup, kondisi ekonomi, pendidikan, dan lingkungan sosial turut membentuk cara seseorang berpikir serta mengambil keputusan.
Pandangan serupa disampaikan psikolog Jean Twenge, yang meneliti perubahan antargenerasi selama puluhan tahun. Dalam publikasinya, dijelaskan bahwa perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor utama yang membentuk kebiasaan interaksi generasi muda.
Para peneliti juga mengingatkan tentang stereotip seperti 'Gen Z malas' atau 'milenial terlalu ambisius'. Anggapan tersebut ternyata tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat, jika diterapkan kepada semua orang. Perbedaan karakter dalam satu generasi, bahkan dapat sama besarnya dengan perbedaan antargenerasi.
Karena itu, memahami generasi sebaiknya tidak berhenti pada tahun kelahiran semata. Perubahan sosial, perkembangan teknologi, hingga pengalaman menjadi faktor yang ikut membentuk cara pandang setiap kelompok usia.
Pada akhirnya, perbedaan antara Gen Z dan milenial bukanlah soal siapa yang lebih baik. Melainkan bagaimana setiap generasi dibentuk oleh zamannya. Memahami latar belakang tersebut, dapat menjadi langkah awal kolaborasi yang baik di lingkungan kerja, pendidikan, maupun kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....