BBM Satu Harga Elnusa Nyalakan Harapan Petani Perbatasan

  • 03 Jun 2026 19:27 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Terletak di ujung timur Indonesia, Pasar Skouw menjadi denyut nadi perekonomian bagi masyarakat di tapal batas RI-Papua Nugini. Bagaimana geliat kehidupan dan perjuangan warga perbatasan dalam mengakses energi untuk menggerakkan roda ekonomi?

Di kawasan Distrik Muara Tami ini, bermukim Mika Wepafoa. Rasa nasionalisme tinggi, mendorongnya kembali memeluk Ibu Pertiwi setelah menghabiskan waktu bertahun-tahun sebagai warga eksodus di negara tetangga. Saat ini, Mika mengandalkan sektor pertanian untuk menyambung hidup. Bersama koleganya, Hans Nally, ia mengelola lahan seluas enam hektare yang difokuskan pada komoditas jagung.

Walau begitu, perjalanan mereka tidak selalu mulus. Jauh sebelum tahun 2022, para petani di kawasan ini kerap tercekik ongkos transportasi untuk kendaraan pengangkut hasil panen. Musababnya, adalah sulitnya akses bahan bakar minyak atau BBM.

Warga terpaksa menempuh jarak sekitar 60 kilometer menuju pusat Kota Jayapura. Upaya ini dilakukan untuk mendapatkan pasokan energi, yang berimbas langsung pada lambatnya perputaran ekonomi setempat.

Menyikapi krisis energi tersebut, inisiatif muncul dari masyarakat itu sendiri. Masyarakat adat setempat dengan sukarela menyerahkan sebagian tanahnya mereka. Mereka melakukannya agar fasilitas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU dapat didirikan.

Sekarang petani tidak bisa mengeluh lagi, SPBU sudah ada. Kami menghibahkan tanah untuk di bangun SPBU. Menopang empat kampung yang ada di wilayah perbatasan. Khususnya Kampung Skouw Yambe, Skouw Mabo, Skouw Sae, dan Mosso. Sudah tidak jauh lagi mendapatkan BBM," ujar Hans Nali

Beroperasinya SPBU BBM Satu Harga di Kampung Skouw Sae pada 2022, benar-benar membawa angin segar. Fasilitas ini sukses memecahkan masalah kelangkaan energi yang selama ini menghantui warga perbatasan.

Kemanfaatan ini sangat disyukuri oleh Mika Wepafoa. ia menuturkan pengalamannya dengan penuh semangat. Karena belum terlalu fasih berbahasa Indonesia, ia menggunakan campuran bahasa Inggris dan Tok Pisin—bahasa pergaulan di Papua Nugini. Mika menjelaskan bahwa kini nilai jual panennya mampu menopang keluarga.

“Bipo, mipela i mas go long siti long kisim fiul, na dispela i mekim hat long mipela, tasol nau mipela i ken daunim ol kos bilong wok na maketim ol gaden kaikai bilong mipela i go long maket isi tru”,.( Dulu kami ambil BBM harus ke kota dan membuat kami kesulitan, namun saat ini bisa menekan biaya operasional dan memasarkan hasil kebun ke pasar dengan mudah).

Terbukanya akses energi membuat Mika bisa leluasa memasarkan hasil kebunnya. Ia menuturkan tingginya keuntungan yang kini bisa ia bawa pulang untuk keluarga.

“Mi save salim long Skouw maket long boda bilong Papua Niugini, prais bilong kon bilong mi em fifty kina long wanpela bek. Ol dispela risal i kamap olsem nupela rot bilong kisim laip bilong famili”. (Saya menjual di Pasar Skouw perbatasanP Papua Nugini. Jagung saya dihargai 50 kina setara 200 ribu per karung. Hasil ini menjadi sumber penghidupan baru bagi keluarga).

Jika dulu warga kesulitan karena harus mengambil BBM ke kota, saat ini mereka bisa menekan biaya operasional. Mereka bisa memasarkan hasil kebun ke pasar dengan mudah. Berkurangnya beban logistik para petani ini juga dikonfirmasi Daniel Runtuboy, yang melihat langsung bagaimana ekonomi warga merangkak naik.

"Sebelum ada SPBU di sini warga langsung ke kota membeli BBM. Namun Kehadiran SPBU disini, membantu masyarakat menjangkau kebutuhan energ. Meringankan biaya transportasi dan mempermudah mereka menjual hasil kebun," katanya.

Lantas siapa penggerak pasokkan energi yang menembus tapal batas ini? Mika memberikan apresiasi tinggi kepada pihak-pihak yang telah merealisasikan ketersediaan BBM dengan harga setara di wilayahnya.

“Pasin bilong wanpela prais fiul i save helpim tru mipela. Tenkyu long gavman bilong Indonesia, na Elnusa Petrofin i save bringim fiul long boda,”. Kehadiran BBM satu harga sangat membantu kami. Terima kasih kepada pemerintah, dan elnusa petrofin, yang mengantarkan BBM di perbatasan.

Kehadiran armada distribusi BBM ini kini dipandang sebagai simbol optimisme bagi masyarakat Skouw. Lantas, siapa penggerak di balik kelancaran pasokan energi yang menembus tapal batas ini? Manager Corporate Communication and Relations PT Elnusa Petrofin, Putiarsa Bagus Wibowo, memberikan gambarannya. Ia mengungkapkan peran vital perusahaannya, sebagai urat nadi logistik energi nasional.

"Nusa Petrofin adalah anak Perusahaan (BUMN), merupakan keluarga besar dari Pertamina. Teman-teman di sini kan naik kendaran motor atau kendaraan umum, itu pasti isi bensin. Bensin yang diisi di SPBU, itu yang mendeliveri atau yang mengantarkan BBM, itu perusahan kami, Elnusa Petrofin. Distribusi BBM seluruh Indonesia, kita juga ada storage atau penyimpanan BBM. Itu juga tersebar di seluruh Indonesia untuk handling dan fuel integrated fuel handling," ucapnya.

Tidak hanya menjadi tulang punggung distribusi dan penyimpanan BBM bagi masyarakat umum. Kiprah Elnusa Petrofin ternyata jauh lebih luas. Putiarsa menambahkan, perusahaan juga bergerak dalam penyediaan layanan infrastruktur terintegrasi, menopang industri minyak dan gas bumi secara menyeluruh.

"Kemudian kita juga ada trading, disini ada penjualan solar industri. Kemudian ada juga chemical, jadi bahan kimia yang berhubungan dengan proses pengeboran minyak ya. Karena kita juga industrinya adalah oil and gas. Kemudian kita juga ada integrated infrastructure service, kita juga membangun kilang, kita membangun terminal BBM," ujarnya.

Itulah dedikasi PT Elnusa Petrofin—anak usaha PT Elnusa Tbk di bawah naungan PT Pertamina Hulu Energi. Mereka memastikan pasokan BBM dapat dikirim secara konsisten hingga ke wilayah 3T.

Di beranda paling timur nusantara ini, energi tak lagi sekadar cairan penggerak mesin otomotif. Ia telah menjelma menjadi napas, yang memutar roda ekonomi, menebas keterisolasian, dan menyalakan lentera harapan. Semuanya, demi masa depan masyarakat perbatasan yang jauh lebih sejahtera.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....