Roby, Sapi Kurban yang Membawa Pesan Toleransi dari Abepantai
- 26 Mei 2026 16:39 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura — Siang itu, suasana di pelataran Masjid Jami Al Fatah Abepantai tampak berbeda. Sejumlah warga berkumpul menyambut kedatangan seekor sapi Limousin berbobot 833 kilogram yang perlahan turun dari kendaraan pengangkut.
Namanya Roby. Tubuhnya besar dan gagah. Tatapannya tenang. Kehadirannya segera menjadi perhatian warga di pemukiman pesisir Abepantai, Kota Jayapura, Selasa 26 Mei 2026. Roby bukan sapi biasa. Ia merupakan hewan kurban bantuan Presiden untuk perayaan Iduladha 1447 Hijriah yang diserahkan kepada Masjid Jami Al Fatah, salah satu masjid tertua di Kota Jayapura.
Di balik bobotnya yang mencapai 833 kilogram, tersimpan kisah tentang ketekunan seorang peternak lokal, semangat berbagi, dan nilai toleransi yang hidup di tengah masyarakat Papua.
Pemilik Roby, Kuslan, mengisahkan bahwa sapi tersebut dirawat secara intensif selama empat tahun. Perawatan dilakukan dengan perhatian penuh, mulai dari pengaturan pakan hingga pemantauan kesehatan setiap hari.
“Kami memastikan kesehatan dan pakannya terjamin setiap hari agar kualitas dagingnya maksimal untuk masyarakat dan siap dikurbankan untuk hari raya Iduladha,” ujar Kuslan saat ditemui di lokasi penyerahan.
Bagi Kuslan, Roby bukan sekadar hewan ternak. Ada ikatan emosional yang terbangun selama bertahun-tahun merawatnya. Namun, ia mengaku bangga karena sapi hasil jerih payahnya dipercaya menjadi hewan kurban untuk masyarakat di ujung timur Indonesia.
Kehadiran Roby di Abepantai menjadi simbol perhatian negara kepada masyarakat Papua. Namun, makna kurban kali ini melampaui seremoni penyerahan bantuan.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami Al Fatah Abepantai, Aiptu Djufri, mengatakan daging kurban dari Roby tidak hanya akan dibagikan kepada umat Muslim.
“Pertama, kami akan bagikan daging kurban ini kepada 200-an fakir miskin di lingkungan masjid, sisanya akan diberikan kepada masyarakat umum di Abepantai,” kata Djufri yang didampingi Sekretaris Masjid, Faisal Narwawan.
Yang membuat perayaan kurban tahun ini istimewa adalah keterlibatan gereja setempat dalam proses distribusi.
Panitia masjid menggandeng pihak gereja untuk menyalurkan sebagian daging kurban kepada jemaat, khususnya warga asal Biak yang menetap di sekitar kawasan masjid.
Langkah ini menjadi cerminan kehidupan sosial masyarakat Abepantai yang selama ini hidup berdampingan dalam keberagaman.
Di kawasan pesisir ini, hubungan antarwarga tidak dibatasi oleh sekat keyakinan. Saat satu kelompok merayakan sukacita, kelompok lain ikut menjaga dan mendukung. Begitu pula saat momentum kurban tiba, nilai berbagi melintasi batas-batas identitas.
Bagi panitia kurban, ibadah ini bukan hanya soal penyembelihan hewan, tetapi juga tentang menghadirkan makna pengorbanan yang memberi manfaat seluas-luasnya bagi sesama.
Melalui Roby, pesan tentang kepedulian sosial menemukan bentuk nyatanya.
Dari pelataran masjid tua di Abepantai, seekor sapi kurban membawa pesan sederhana namun kuat, bahwa berbagi adalah bahasa universal yang mampu menyatukan manusia.
Di tengah keberagaman yang mewarnai Tanah Papua, Roby menjadi saksi bahwa cinta kepada sesama dapat hadir dalam bentuk yang paling sederhana, sepotong daging kurban yang dibagikan dengan tulus, dari satu rumah ibadah untuk seluruh warga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....