Memahami Buku Sastra Inggris dengan Teknik Scaffolding

  • 22 Mei 2026 14:25 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Membaca novel klasik abad ke-19 sering kali terasa sangat melelahkan, karena banyaknya karakter dengan silsilah keluarga yang rumit. Oleh karena itu, diperlukan strategi cerdas seperti teknik scaffolding untuk membangun pemahaman awal sebelum mulai membaca bab pertama.

Teknik scaffolding, dilakukan dengan membaca sinopsis atau ringkasan plot secara umum sebelum Anda masuk ke dalam teks utama. Langkah awal ini akan sangat membantu Anda, dalam mengenali peta konflik besar yang ingin disampaikan oleh sang penulis.

Setelah memahami gambarannya, Anda dapat mulai mencatat nama setiap karakter secara bertahap sesuai kemunculan mereka di setiap bab. Melalui catatan terstruktur tersebut, Anda tidak akan lagi merasa bingung ketika menemukan tokoh baru yang tiba-tiba muncul di tengah cerita.

Metode membaca ini, terbukti mampu menghemat banyak energi Anda yang biasanya habis hanya untuk menebak asal-usul karakter. Dengan demikian, Anda menjadi jauh lebih fokus dalam menikmati keindahan gaya bahasa, metafora, serta sindiran sosial di dalamnya.

Konsep scaffolding, sebenarnya berakar dari teori psikologi pendidikan milik Lev Vygotsky (teori Zone of Proximal Development). Yakni teknik ini dikembangkan dan diterapkan dalam pengajaran membaca sastra oleh berbagai universitas terkemuka salah satunya adalah Harvard.

Melansir studi Harvard Graduate School of Education, menunjukkan bahwa teknik scaffolding efektif membantu pembaca memahami teks yang kompleks. Teknik Pendekatan ilmiah ini, terbukti mampu membangun skema pemikiran awal guna mempermudah otak memetakan konflik besar dalam cerita.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....