Bertumpu pada Tongkat, Alfriani Tetap Datang Cari Kerja

  • 13 Mei 2026 06:58 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura — Di tengah ramainya pencari kerja di Gedung Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, Selasa (12/5/2026), seorang perempuan muda berjalan perlahan menggunakan dua tongkat. Namanya Alfriani Mambau, warga Kampung Kayo Pulau yang datang menyeberang dengan perahu untuk mencari pekerjaan di Job Fair Papua 2026.

Perempuan muda itu sudah tiba sejak pukul tujuh pagi. Dari kampungnya di Distrik Jayapura Selatan, ia harus menempuh perjalanan laut menuju lokasi job fair di Kota Jayapura. “Tadi saya datang ke sini pakai perahu dari Kayo Pulau,” katanya.

Dua tongkat di tangan kiri dan kanannya masih harus dipakai setelah mengalami kecelakaan tabrakan pada Desember tahun lalu. Meski begitu, Alfriani memilih tetap datang mencari pekerjaan.

Alfriani baru lulus dari SMA Negeri 5 Angkasa tahun lalu. Saat ini ia tercatat sebagai mahasiswa semester satu Universitas Cenderawasih.

“Tapi karena cuti, dan di rumah juga tidak ada pekerjaan, makanya saya ikut saja kegiatan ini," ucap dia.

Di lokasi job fair, Alfriani ikut melihat sejumlah lowongan yang dibuka perusahaan. Ia mengaku tertarik mencari pekerjaan di bidang cafe dan perhotelan. Jika mendapat pekerjaan, ia berharap tetap bisa melanjutkan kuliah.

“Kalau bisa yang part-time. Jadi bisa kuliah sambil bekerja,” katanya.

Job Fair Papua 2026 diikuti puluhan perusahaan dengan ratusan lowongan kerja di bidang perhotelan, retail, otomotif, hingga BUMN dan BUMD. Pemerintah Provinsi Papua menyebut sekitar 500 lowongan dibuka dalam kegiatan tersebut.

Asisten I Setda Papua, Yohanes Walilo, mengatakan kegiatan itu menjadi peluang bagi pencari kerja di tengah belum dibukanya penerimaan ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua dalam beberapa tahun terakhir.

“Adik-adik ini tidak harus kerja di pemerintahan. Bisa juga kerja di swasta atau BUMN-BUMD,” kata Yohanes Walilo.

Menurut dia, jumlah ASN di Pemerintah Provinsi Papua saat ini masih melebihi kebutuhan sehingga penerimaan CPNS belum dibuka.

“Bukan menolak, tapi belum buka karena jumlah pegawai ASN yang ada saat ini menembus sekitar tujuh sampai delapan ribu dan kita ada kelebihan ASN sekitar 2.500,” ujarnya.

Situasi itu terjadi di tengah masih ketatnya persaingan kerja di Papua. BPS Papua mencatat jumlah penduduk bekerja pada Februari 2026 turun sekitar 23,76 ribu orang dibanding tahun sebelumnya.

Di tengah persaingan mencari pekerjaan itu, Alfriani tetap datang membawa map lamaran kerja sambil bertumpu pada dua tongkat di tangannya.

“Kalau dilihat-lihat orang yang kondisinya lebih parah dari saya saja bisa, kenapa saya tidak bisa,” kata Alfriani.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....