Dampak Rusaknya Hutan Bakau bagi Lingkungan dan Kehidupan
- 20 Mar 2026 18:41 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Hutan bakau merupakan ekosistem penting di daerah pesisir dan rawa payau. Jika hutan bakau rusak, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh lingkungan tetapi juga manusia dan makhluk hidup lain.
Melansir dari National Geographic, salah satu dampak utama rusaknya hutan bakau adalah terjadinya abrasi pantai. Tanpa akar bakau yang menahan tanah, garis pantai menjadi mudah terkikis oleh ombak dan gelombang.
Kerusakan hutan bakau juga mengganggu habitat banyak hewan laut dan burung. Ikan, kepiting, udang, serta berbagai burung kehilangan tempat berlindung dan berkembang biak, sehingga populasi mereka bisa menurun.
Selain itu, kualitas air pesisir bisa menurun karena bakau berperan sebagai penyaring alami. Tanpa bakau, polutan dan sedimen mudah masuk ke laut, mengganggu ekosistem dan perikanan.
Hutan bakau yang rusak juga mengurangi kemampuan menyerap karbon dioksida. Hal ini dapat memperburuk efek pemanasan global karena karbon tersimpan lebih sedikit di ekosistem pesisir.
Bagi manusia, rusaknya hutan bakau dapat meningkatkan risiko bencana alam. Daerah pesisir menjadi lebih rentan terhadap banjir, badai, dan gelombang pasang karena kehilangan perlindungan alami.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....