Tren Slow Living di Kalangan Generasi Muda Jayapura
- 09 Feb 2026 07:25 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Fenomena gaya hidup lambat atau slow living, kini menjadi tren baru yang diminati kalangan muda di Kota Jayapura. Masyarakat mulai menyadari pentingnya mengambil jeda sejenak, guna menjaga keseimbangan kesehatan mental di tengah rutinitas pekerjaan yang padat.
Linda, mahasiswi Universitas Cenderawasih, mengaku bahwa dirinya kini lebih konsisten dalam membatasi penggunaan media sosial setiap hari. Ia mengungkapkan, menikmati suasana tenang di pesisir pantai tanpa gangguan gawai memberikan kedamaian batin yang tidak dapat dinilai.
Menurut Linda, aktivitas sederhana seperti mendengarkan suara ombak terbukti efektif menurunkan tingkat stres akibat beban perkuliahan yang menumpuk. Dirinya merasa lebih mampu mengendalikan emosi serta pikiran, setelah menerapkan pola hidup tenang dan jauh lebih teratur.
Melansir laman Psychology Today, slow living didefinisikan sebagai sebuah gerakan sadar melakukan segala sesuatu pada kecepatan yang tepat. Konsep ini menekankan pentingnya kualitas pengalaman dibandingkan kuantitas hasil, demi menjaga kewarasan mental di tengah tuntutan dunia modern.
Sementara itu, perwakilan pelajar, Fatih, siswa SMA Negeri 2 Jayapura, menyatakan ketertarikannya pada konsep hidup tersebut. Fatih berpendapat, bahwa hidup lambat merupakan sebuah seni menghargai setiap proses tanpa harus merasa tertekan oleh target orang.
Ia menegaskan bahwa berhenti sejenak dari kompetisi dunia maya, sangat membantu dirinya lebih fokus mengejar impian masa depan. Baginya ketenangan adalah modal utama setiap individu agar tetap produktif, namun tidak kehilangan jati diri di tengah keramaian.
Fenomena ini terlihat dari meningkatnya kunjungan anak muda ke ruang terbuka hijau, untuk sekadar duduk santai sambil berdiskusi. Mereka mulai meninggalkan kebiasaan lama yang menuntut kecepatan dan beralih pada kualitas interaksi sosial, yang jauh lebih bermakna.
Para psikolog lokal menilai, tren positif ini dapat membantu menurunkan angka kecemasan pada remaja yang tinggal di perkotaan. Dukungan lingkungan sekitar sangat diperlukan, agar masyarakat semakin memahami bahwa kesehatan jiwa sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.
Pemerintah daerah diharapkan mampu menyediakan lebih banyak ruang publik nyaman, untuk mendukung aktivitas produktif yang menenangkan bagi warga. Semoga kesadaran akan pentingnya hidup sadar ini terus meluas, demi menciptakan generasi Papua lebih tangguh dan bahagia.