Vox Pop sebagai Teknik Jurnalistik Radio Publik
- 04 Feb 2026 00:49 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Vox pop atau vox populi, merupakan teknik jurnalistik yang menghadirkan suara masyarakat sebagai representasi opini publik secara langsung. Format ini sering digunakan media radio, untuk menangkap tanggapan spontan masyarakat terhadap isu sosial aktual yang berkembang luas.
Menurut Romli A.S, dalam buku Jurnalistik Radio, vox pop termasuk kategori feature radio ringan bersifat informatif populer. Ciri utamanya adalah spontanitas narasumber nonelit, dengan peran penyiar dibatasi sebagai pengantar konteks awal siaran radio publik lokal.
Secara struktur, vox pop tidak memiliki pakem kaku seperti berita langsung atau program talk show di media radio. Penyajian biasanya diawali opening singkat, lalu rangkaian pendapat masyarakat disusun mengalir tematis sesuai isu sosial, budaya, keagamaan aktual.
Tony Harcup, Profesor Jurnalisme University of Sheffield, Inggris, menjelaskan vox pop berfungsi menggambarkan sikap publik terhadap fenomena sosial. Karena itu, kesimpulan narator tidak selalu diperlukan dan pendengar dibiarkan menafsirkan makna sendiri dalam sebuah konten radio.
Dalam penyiaran radio, durasi vox pop umumnya berkisar antara dua hingga lima menit agar pendengar fokus, nyaman informatif. Durasi tersebut dianggap ideal menjaga perhatian pendengar, tanpa menimbulkan kejenuhan.
Jumlah narasumber vox pop biasanya tiga sampai lima orang, untuk menghadirkan keberagaman pendapat seimbang dalam segmen siaran radio. Empat narasumber sering dipilih karena cukup representatif, tanpa membuat alur siaran terdengar padat berlebihan bagi pendengar radio umum.
Vox pop banyak digunakan mengangkat isu human interest, sosial budaya, dan keagamaan masyarakat lokal perkotaan termasuk momen Ramadan. Tema Ramadan relevan, karena menghadirkan pengalaman personal suasana ibadah dan kebersamaan sosial masyarakat.