Instapoetry di Era Ekspresi Digital Modern
- 13 Jun 2025 04:09 WIB
- Jayapura
KBRN, Jayapura: Instapoetry adalah bentuk puisi pendek, yang tumbuh di media sosial dani jadi ekspresi populer generasi digital masa kini. Sifatnya yang visual, cepat, dan emosional, membuatnya diterima luas oleh kalangan muda, yang gemar menyampaikan isi hati.
Instapoetry menjadi bentuk puisi populer, yang tumbuh seiring meningkatnya literasi visual dan budaya media sosial global. Menurut The Atlantic pada tahun 2023, bentuk puisi ini memungkinkan pembaca merenung cepat dalam sajian kata yang ringkas.
Tanpa rima dan tanda baca rumit, instapoetry menciptakan suasana hening dan reflektif melalui desain minimalis visual. Topik yang diangkat beragam, seperti cinta, kehilangan, dan trauma, yang terasa personal namun tetap mudah dimengerti.
Rupi Kaur, melalui wawancara dengan CBC News tahun 2023, mengaku ingin puisinya seperti bicara dari hati ke hati. Penyair ini, berharap karyanya membuka jalur baru bagi penyair muda Indonesia yang banyak aktif membagikan karya di Instagram.
Meski banyak disukai, melansir dari The Guardian pada 2022, banyak kritikkan bahwa instapoetry cenderung mengabaikan kedalaman sastra klasik. Namun bagi generasi digital, puisi singkat ini menyajikan pelipur lara, tanpa tekanan estetika sastra yang terlalu kaku.
Instapoetry membuktikan bahwa puisi dapat hadir lintas format, medium, dan gaya, tanpa kehilangan inti emosionalnya. Dua kalimat sederhana bisa jadi ruang ekspresi paling jujur, di dunia digital yang semakin cepat dan penuh tekanan.
Menurut laporan tren Instagram per Januari 2025, tagar #instapoetry digunakan lebih dari 10,8 ribu kali dalam seminggu terakhir. Hal ini menunjukkan, pertumbuhan signifikan konten tentang puisi digital.
Angka ini menggambarkan besarnya antusiasme dari pengguna media sosial global. Yakni terhadap instapoetry, sebagai medium ekspresi modern.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....