SAT SET Sampai Jayapura: Sepasang Sepatu, Cerita Fashion, dan JNE yang Menghubungkan Kebahagiaan
- 19 Apr 2025 19:24 WIB
- Jayapura
KBRN, Jayapura: Sebagai penyiar radio di Jayapura, penampilan bukan hanya pelengkap siaran. Ia adalah bagian dari karakter suara yang dibangun, pancaran kepercayaan diri yang menyatu dalam identitas penyiar.
Dalam dunia yang semakin visual dan cepat, fashion menjadi medium ekspresi. Dan suatu hari di tahun 2024, saya memutuskan untuk menghadiahi diri sendiri sepasang sepatu Dr. Martens hitam dari Zalora.
Masalahnya, Jayapura tidak punya store resmi Dr. Martens. Pemesanan online adalah satu-satunya jalan. Namun membeli dari luar Papua bukan tanpa kekhawatiran: apakah barangnya akan benar-benar sampai? Apakah cepat? Apakah aman?
Rasa ragu itu akhirnya dikalahkan oleh keinginan. Saya klik tombol “beli” dengan harapan dan sedikit deg-degan. Beberapa hari kemudian, paket itu tiba. Dikirim oleh JNE.
Saya ingat betul, hari ketika kurir JNE datang. Senyumnya ramah, langkahnya cepat namun hati-hati saat menyerahkan paket. Pengiriman dari luar Papua biasanya memakan waktu cukup lama, tapi kali ini berbeda.
Paket datang lebih cepat dari yang saya bayangkan. Sat set, sesuai semangat JNE di usianya yang ke-34 tahun: melayani tanpa batas.
Sepatu itu bukan sekadar barang. Ia adalah simbol perayaan kecil atas perjuangan panjang. Rasanya seperti menerima hadiah dari semesta. Melalui jasa logistik yang memastikan bahwa jarak tak lagi jadi penghalang untuk merasa bahagia.
Sebelumnya saya pernah mewawancarai Bapak Henry Edwin beliau adalah kepala cabang utama JNE Jayapura, di kantor Pro Dua. Saat itu, kami berbincang tentang tantangan pengiriman di Papua, akses geografis yang rumit, distribusi barang hingga pelosok, dan semangat kerja yang tak kenal lelah.
Dari percakapan itu, saya menangkap bahwa JNE bukan hanya mengirim paket, tapi juga menyampaikan harapan.

Wawancara bersama kepala cabang JNE Jayapura Henry Edwin di Pro Dua Jayapura. (Foto:Tangkapan layar youtube RRI Jayapura Official).
“Bagi kami, setiap pengiriman itu berarti. Kami ingin semua orang, bahkan di daerah terpencil sekalipun, bisa merasakan kemudahan dan kecepatan yang sama,” ujar Edwin.
Dan saya membuktikannya sendiri. Dalam satu paket kecil, tersimpan semangat besar, koneksi, kepercayaan, dan kebahagiaan.
Ketika sepatu itu saya kenakan saat kerja saya merasa berbeda. Lebih percaya diri dan lebih keren. Banyak yang bertanya, sepatunya keren, Mbak. Beli di mana?”
Saya menjawab, “Zalora. Dikirim pakai JNE. Cepat banget sampai ke Jayapura!”
Sepatu itu memang jadi pembuka cerita. Tapi di baliknya, ada peran JNE yang menghubungkan saya dan mungkin ribuan orang lain dengan dunia yang lebih luas.
Di era digital saat ini, JNE bukan hanya pengantar barang, tapi penghubung lintas ruang dan rasa. Dari kota ke desa, dari pusat ke pinggiran, dari produsen ke pelanggan, JNE hadir sebagai jembatan.
Tagline #ConnectingHappiness bukan sekadar janji. Bagi saya, ia nyata dalam bentuk paket kecil yang tiba tepat waktu, dalam senyum kurir yang bekerja meski cuaca tak menentu, dan dalam rasa puas ketika apa yang kita tunggu akhirnya datang di depan pintu.
Pengalaman ini barangkali tampak sederhana: memesan sepatu, menunggu, lalu menerima. Tapi bagi saya, ini adalah refleksi dari sistem logistik yang inklusif, yang memungkinkan siapa pun, di mana pun, untuk tetap terkoneksi dengan gaya hidup, dengan pilihan pribadi, bahkan dengan bagian dari dirinya yang selama ini terasa jauh.
JNE, dalam perjalanannya selama 34 tahun, telah membuktikan bahwa layanan bisa menyentuh sisi paling personal manusia: rasa dihargai, dirangkul, dan dijangkau.
Dan bagi saya, yang berdiri di balik mikrofon setiap hari, sepatu itu, dan pengiriman yang menyertainya, adalah langkah pertama menuju versi terbaik dari diri saya sendiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....