Kuliner Tradisional Nusantara Kue Putu Masih Ada dan Digemari di Jayapura
- 08 Agt 2026 00:10 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Kue putu dikenal luas sebagai jajanan tradisional berbahan dasar tepung beras, diisi gula merah, kemudian dikukus dalam bambu. Setelah matang, kue tersebut ditaburi kelapa parut dan disajikan hangat, menghasilkan cita rasa manis gurih khas Nusantara.
Kue Putu memiliki warna khas hijau yang berasal dari penggunaan daun pandan atau daun suji dalam adonannya. Lebih dari sekadar makanan, kue putu menjadi bagian identitas kuliner Nusantara serta mencerminkan budaya dan kearifan lokal turun-temurun.
Hal tersebut diakui Pak Tasro, salah seorang penjual kue putu yang telah lama berjualan di Kota Jayapura. Pria lanjut usia tersebut, telah dikaruniai enam anak, tiga di antaranya berkeluarga. Ia mengakui sudah puluhan tahun menjual kue putu.
Selain mencari nafkah bagi keluarga, Pak Tasro juga berupaya melestarikan budaya kuliner, khususnya kue putu, agar tetap dikenal. Baginya, berjualan kue putu bukan sekadar mencari penghasilan, tetapi juga menjaga warisan kuliner tradisional bagi generasi mendatang.
“Awalnya saya berjualan menggunakan sepeda untuk keliling kompleks dan juga menyusuri depan jalan utama. Namun karena usia, sehingga saya berjualan parkir saja di tempat mengunakan gerobak. Walaupun saya sudah memasuki usia lansia, tapi saya bangga berjualan kue tradisional ini. Saya wariskan ke anak saya, jadi ada satu orang yang bisa membantu saya berjualan," katanya, Selasa.
Kue putu memiliki daya tarik melalui bunyi khas menyerupai siulan uap panas, ketika proses pengukusan berlangsung di dalam bambu. Bunyi tersebut menjadi simbol, bahwa kue putu masih ada dan tetap digemari masyarakat Kota Jayapura hingga saat ini.
Hal tersebut diakui Ibu Ani, salah seorang warga asli Papua yang mengaku hampir setiap hari membeli kue putu untuk keluarga. Menurutnya, Kue Putu menjadi jajanan favorit karena rasanya disukai seluruh anggota keluarga dan mudah ditemukan di sekitar tempat tinggalnya.
“Kuenya enak sih. Terasa sekali di lidah perpaduan tepung beras dan gula merah, ditambah lagi parutan kelapa, jadi cocok sekali. Harganyapun merakyat. Pokoknya cocok dan enaklah, pas di lidah dan keluarga saya suka,” ucapnya.
Kue Putu dinilai sebagai kue nostalgia karena bunyi khasnya saat dikukus menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Jayapura. Bunyi tersebut menjadi penanda bahwa Kue Putu masih tersedia dan dilestarikan Pak Tarso, penjual asal Jawa Tengah, Jayapura. Jadwal berjualannya mulai dari pukul 15.00 WIT hingga pukul 22.00 WIT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....