BI Papua Dorong Produktivitas UMKM & Digitalisasi Pembayaran
- 13 Jul 2026 22:23 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Bank Indonesia Papua terus memperkuat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha sekaligus mendorong adopsi digitalisasi pembayaran.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua, Warsono mengatakan, penguatan ekonomi Papua tidak hanya dilakukan melalui pengendalian inflasi, tetapi juga dengan meningkatkan daya saing UMKM agar mampu berkembang di era digital. "Digitalisasi sistem pembayaran menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih efisien, aman, dan inklusif. Melalui implementasi QRIS, transaksi masyarakat maupun pelaku usaha menjadi lebih mudah, cepat, dan transparan,” tutur Warsono, Senin (13/06/2026).
Dijelaskan, dalam beberapa tahun terakhir, Bank Indonesia Papua secara konsisten memberikan pendampingan kepada UMKM melalui berbagai program pelatihan, kurasi produk, fasilitasi promosi, hingga perluasan akses pasar. Program tersebut juga diintegrasikan dengan pemanfaatan kanal pembayaran digital agar pelaku usaha semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Berdasarkan daya yang ada, saat ini jumlah UMKM Binaan BI Papua yang aktif sebanyak 45 UMKM yang terdiri dari berbagai sektor, diantaranya sektor pertanian, peternakan, perikanan, industri kreatif, serta sektor makanan dan minuman olahan. 45 UMKM ini tersebar di 4 provinsi yang menjadi wilayah kerja BI Papua, yakni Provinsi Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Bank Indonesia Papua menjalankan sejumlah program untuk meningkatkan daya saing UMKM, di antaranya kurasi UMKM, pelatihan digital marketing, pendampingan sertifikasi halal, pendampingan perizinan NIB dan PIRT/BPOM sesuai kebutuhan produk, business matching dengan pembeli, keikutsertaan pada pameran nasional seperti Karya Kreatif Indonesia (KKI), Papua Street Carnival, dan berbagai expo daerah dan digitalisasi pembayaran menggunakan QRIS.
Tidak hanya itu, BI Papua intens menggelar berbagai festival UMKM, yang diharapkan bisa menjadi peluang bagi para pelaku UMKM untuk mempromosikan berbagai produk mereka, bukan hanya di tingkat regional, tetapi juga hingga ke tingkat nasional dan internasional.
Sejak beberapa tahun terakhir, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Papua tidak hanya menjalankan fungsi menjaga stabilitas moneter dan sistem pembayaran, tetapi juga aktif menyelenggarakan berbagai festival sebagai sarana mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Festival-festival tersebut menjadi wadah promosi UMKM, pengembangan ekonomi syariah, digitalisasi pembayaran melalui QRIS, hingga penguatan sektor unggulan Papua seperti kopi dan pariwisata.
Festival Cenderawasih (Fescend)
Festival Cenderawasih atau Fescend merupakan agenda tahunan terbesar Bank Indonesia Papua yang mengintegrasikan berbagai program pengembangan ekonomi daerah. Pada 2026, festival ini mengusung tema "Sinergi dan Transformasi Digital dalam Penguatan Ekonomi Papua yang Inklusif dan Berkelanjutan."
Festival ini diisi dengan berbagai kegiatan, diantaranya pameran UMKM unggulan Papua, promosi penggunaan QRIS dan pembayaran digital, business matching pembiayaan UMKM, talkshow ekonomi dan kewirausahaan, pelatihan peningkatan kapasitas pelaku UMKM, promosi pariwisata dan ekonomi kreatif, edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah), dan program sertifikasi halal dan pengembangan ekonomi syariah.
Festival Kopi Papua (Feskop)
Festival Kopi Papua atau Feskop, merupakan ajang promosi kopi asli Papua yang diinisiasi Bank Indonesia, bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan. Secara umum tujuan utama dari pelaksanaan Fekop adala untuk mempromosikan kopi Papua ke pasar nasional dan internasional, mendorong peningkatan kualitas pascapanen, mengembangkan hilirisasi industri kopi dan meningkatkan kesejahteraan petani kopi Papua.
Festival ini juga menjadi momentum memperkenalkan inovasi pengolahan kopi, business matching, kompetisi barista, hingga edukasi mengenai ekonomi sirkular dalam industri kopi.
Dalam pelaksanaanya, Bank Indonesia Papua berperan sebagai fasilitator dalam mendorong kopi Papua menembus pasar internasional, dan hal ini dibuktikan dengan dilakukannya ekspor kopi Papua pada 10 oktober 2024. Saat itu, Koperasi Produsen Emas Hijau Papua, yang merupakan UMKM binaan Bank Indonesia Papua, melakukan ekspor perdana 1,2 ton kopi Papua ke Belanda dan Jepang. Pelepasan ekspor dilakukan di Pelabuhan Jayapura dan difasilitasi melalui kolaborasi antara Bank Indonesia Papua, Bea Cukai Jayapura, Pemerintah Provinsi Papua, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Pengiriman tersebut merupakan bagian dari kontrak ekspor sekitar 10 ton kopi yang telah disepakati dengan pembeli luar negeri.
Dukungan Bank Indonesia tidak hanya berupa ekspor, tetapi juga mencakup pembinaan berkelanjutan, antara lain penguatan kapasitas petani dan UMKM kopi melalui pelatihan budidaya, pascapanen, dan pengolahan kopi, bantuan sarana produksi seperti huller, pulper, moisture meter, dan peralatan pendukung lainnya untuk meningkatkan kualitas dan konsistensi produksi kopi Papua, pendampingan peningkatan standar mutu petani kopi, dan menjaga kontinuitas pasokan yang dipersyaratkan pasar internasional.

Pada tahun 2025, Bank Indonesia Papua juga meningkatkan kapasitas pelaku UMKM kopi melalui program capacity building dan business matching di Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan praktik terbaik dalam digitalisasi, mekanisasi pengolahan kopi, serta memperluas jejaring pemasaran agar kopi Papua semakin kompetitif di pasar ekspor.
Melalui penyelenggaraan Festival Kopi Papua 2025, Bank Indonesia bersama para mitra juga berhasil menghasilkan berbagai komitmen bisnis. Festival tersebut mencatat:
Letter of Intent (LoI) senilai Rp1,59 miliar untuk ekspor 9,8 ton kopi pada ajang World of Coffee Jakarta 2025.
LoI Rp260 juta untuk ekspor 1,5 ton green beans dan 80 kilogram roasted beans melalui kegiatan business matching Karya Kreatif Indonesia.
Komitmen pembiayaan UMKM sebesar Rp11,8 miliar, sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas pelaku usaha kopi Papua menuju pasar global.
Secara keseluruhan, peran Bank Indonesia Papua dalam ekspor kopi tidak sebagai eksportir, melainkan sebagai katalisator dan fasilitator yang mempertemukan petani, koperasi, UMKM, lembaga keuangan, pemerintah, Bea Cukai, dan pembeli internasional. Melalui pembinaan, peningkatan kualitas produksi, promosi, serta fasilitasi akses pasar, Bank Indonesia berupaya menjadikan kopi Papua sebagai salah satu komoditas unggulan yang mampu bersaing di pasar dunia.
Festival Ekonomi Syariah (FESyar/Road to FESyar)
Festival Ekonomi Syariah (FESyar) merupakan agenda tahunan Bank Indonesia sebagai bagian dari Road to Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF). Festival ini bertujuan memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah melalui pengembangan UMKM halal, literasi ekonomi syariah, digitalisasi, serta perluasan akses pasar bagi pelaku usaha. FESyar pertama kali diselenggarakan pada 2017 dan kini dilaksanakan di berbagai kawasan Indonesia, termasuk Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Di Provinsi Papua, KPw BI Provinsi Papua secara rutin mendukung pelaksanaan FESyar melalui berbagai kegiatan pengembangan ekonomi syariah, antara lain:
Pembinaan dan pendampingan UMKM halal agar memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku usaha.
Edukasi mengenai ekonomi dan keuangan syariah kepada masyarakat, pelajar, dan pelaku usaha.
Promosi penggunaan QRIS dan digitalisasi transaksi bagi UMKM.
Pengiriman UMKM unggulan Papua untuk mengikuti Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di tingkat nasional.
Beberapa capaian KPw BI Papua dalam FESyar antara lain:
Pada FESyar KTI 2024, UMKM binaan BI Papua berpartisipasi dalam pameran produk halal dan promosi produk unggulan Papua.
Empat pelaku usaha asal Papua juga difasilitasi mengikuti Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2024 di Jakarta sebagai upaya memperluas pasar dan meningkatkan kapasitas usaha.
Berbagai program peningkatan kapasitas UMKM melalui berbagai pendampingan dan pelaksanaan sejumlah festival UMKM di Papua, terbukti memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM di Papua.
Ririen's Food
Ririn Eko Setiani, pemilik Ririen's Food, merupakan salah satu UMKM binaan Bank Indonesia Provinsi Papua yang berhasil mengembangkan berbagai makanan berbahan dasar sagu di Papua. Dengan merek Japamo (Jayapura Papua Memang Oke), usaha ini berdiri sejak tahun 2016 di Kota Jayapura dengan fokus mengolah sagu menjadi berbagai produk seperti cookies, brownies, cake, pie, dan aneka camilan bebas gluten.
Melalui pembinaan Bank Indonesia Papua, Ririen's Food memperoleh pendampingan dalam peningkatan kualitas produk, pengemasan (packaging), pemasaran digital, sertifikasi, serta akses promosi melalui berbagai kegiatan seperti Festival Kopi Papua, Festival Cenderawasih, Karya Kreatif Indonesia (KKI), dan pameran UMKM lainnya. Produk-produknya kini dipasarkan di berbagai ritel modern di Jayapura serta melalui marketplace nasional.
Perkembangan usaha Ririn Eko Setiani menunjukkan bahwa inovasi berbasis potensi lokal, didukung pembinaan dan promosi yang berkelanjutan, mampu meningkatkan daya saing UMKM Papua. Ririen's Food kini menjadi salah satu contoh sukses UMKM yang mengangkat nilai tambah komoditas sagu sekaligus memperkuat ekonomi lokal melalui produk unggulan khas Papua.
RUMA Papua
Dian Lestari, produsen minuman probiotik kombucha dengan merk ‘RUMA Papua”, juga menjadi salah satu UMKM binaan Bank Indonesia Provinsi Papua. Minuman kesehatan yang memanfaatkan bahan alami khas Papua, membawa visi untuk menghadirkan minuman sehat sekaligus mengangkat kekayaan hayati Papua ke pasar nasional hingga internasional.
Sebagai UMKM binaan Bank Indonesia Provinsi Papua, RUMA Papua memperoleh pendampingan dalam pengembangan kapasitas usaha, promosi, serta perluasan akses pasar. Produk RUMA juga ditampilkan pada berbagai ajang promosi UMKM nasional, termasuk melalui platform Karya Kreatif Indonesia (KKI), sebagai bagian dari upaya mendorong UMKM Papua naik kelas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Perkembangan RUMA Papua menunjukkan hasil yang positif. Produknya telah dipasarkan di berbagai kota di Papua dan berhasil menembus pasar ekspor ke Papua Nugini (PNG) melalui pendampingan Bea Cukai Jayapura. Dengan kapasitas produksi yang terus meningkat, RUMA Papua menjadi salah satu contoh UMKM lokal yang berhasil mengangkat potensi sumber daya alam Papua menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
QRIS
Selain pengembangan kapasitas UMKM, hal lain yang juga intensi dilakukan oleh KPw BI Papua dalam mendukung geliat UMKM adalah dengan memaksimalkan sistem pembayaran digital di tengah masyarakat.
Hal ini sejalan dengan arah kebijakan Bank Indonesia secara nasional, yaitu memanfaatkan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang menjangkau pasar tradisional, sektor pariwisata, UMKM, serta berbagai layanan publik di Papua.
Digitalisasi pembayaran dinilai tidak hanya meningkatkan efisiensi transaksi, tetapi juga memperluas inklusi keuangan masyarakat, memperkuat pencatatan usaha, serta membuka peluang UMKM Papua untuk memperluas pasar hingga tingkat nasional.

Dalam pelaksanaanya, penggunaan QRIS terus meningkat dari waktu ke waktu, sepanjang periode Januari 2025 hingga Mei 2026, aktivitas transaksi menunjukkan pola yang fluktuatif, dengan volume transaksi tertinggi tercatat pada Agustus 2025 sebanyak 4.679.696 transaksi dan nominal transaksi tertinggi diraih pada Juli 2025 senilai 530.902,94 juta Rupiah.
Setelah sempat mengalami penurunan pada awal tahun 2026, aktivitas transaksi kembali menunjukkan tren peningkatan yang signifikan pada Mei 2026 dengan volume mencapai 3.876.874 transaksi dan nominal sebesar 502.415,72 juta Rupiah. Secara keseluruhan, data ini mengindikasikan adanya variasi nilai rata-rata transaksi per bulan serta ketahanan kinerja transaksi yang tetap terjaga hingga periode terakhir yang tercatat.
Penguatan digitalisasi pembayaran melalui QRIS, nantinya dapat mendorong terciptanya sistem pembayaran yang aman, efisien, dan inklusif. Upaya ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan ekonomi daerah, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat dan UMKM Papua untuk tumbuh, berdaya saing, serta berkontribusi terhadap transformasi ekonomi digital yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....