Bulog Papua Distribusikan Minyakita ke Sejumlah Pasar di Jayapura
- 10 Mar 2026 12:51 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Perum Bulog Kantor Wilayah Papua mulai mendistribusikan minyak goreng bersubsidi Minyakita ke sejumlah pasar tradisional di Kota Jayapura guna menstabilkan harga menjelang Hari Raya Idulfitri.
Pimpinan Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari, mengatakan distribusi tahap awal dilakukan di Pasar Hamadi, Kota Jayapura, dengan menyasar para pengecer yang berjualan di pasar tersebut.
Menurutnya, dalam penyaluran kali ini, Bulog mendistribusikan sekitar 500 karton Minyakita. Minyak goreng bersubsidi tersebut dibagikan kepada 19 pengecer yang ada di Pasar Hamadi.
“Setiap kios kita kasih kurang lebih sekitar 40 karton. Kita bagi rata karena pasokan yang datang juga terbatas,” kata Ahmad Mustari, Selasa (10 Maret 2026).
Ia menegaskan, para pengecer wajib menjual Minyakita sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter.
Jika ditemukan adanya penjualan di atas harga tersebut, Bulog akan memberikan teguran dan berkoordinasi dengan Satgas Pangan untuk melakukan pengawasan.
“Jadi pengecer tidak boleh menjual lebih dari HET. Harus menjual Rp15.700,” tegas Ahmad Mustari.
Ahmad Mustari menjelaskan, saat ini stok Minyakita yang tersedia di gudang Bulog Papua mencapai sekitar 73.000 liter yang berasal dari empat kontainer sebagai pengiriman tahap awal.
Dalam waktu dekat, pasokan tambahan juga dijadwalkan akan kembali masuk ke Jayapura pada 12 Maret mendatang sebanyak lima kontainer.
Ia menyebutkan kebutuhan Minyakita untuk wilayah Jayapura diperkirakan mencapai sekitar 165.000 liter, sehingga distribusi dilakukan secara bertahap agar pasokan tetap tersedia di pasaran.
Selain Pasar Hamadi, penyaluran Minyakita juga dilakukan ke pasar lain seperti Pasar Youtefa dan Pasar Pharaa di Sentani. Di Pasar Youtefa terdapat sekitar 15 pengecer, sementara di Pasar Pharaa Sentani sekitar 8 pengecer, belum termasuk distribusi ke ritel modern.
Bulog Papua memastikan distribusi minyak goreng bersubsidi tersebut akan terus dilakukan secara rutin selama stok di gudang masih mencukupi, guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi menjelang Idulfitri.