Galeri Souvenir Papua Tetap Eksis
- 12 Jul 2025 11:55 WIB
- Jayapura
KBRN, Jayapura: Berburu souvenir khas Papua yang terkenal tidak harus ke Asmat dan Wamena. Patung Asmat, tifa, mahkota burung Cenderawasih, dan lainnya bisa ditemui di galeri souvenir Hamadi yang tetap eksis.
Sekilas galeri-galeri souvenir tersebut terlihat sepi, namun Rusli ketika ditemui sedang membuat mahkota bulu kasuari. Ia mengungkapkan Galeri Asmat Jaya masih bertahan hingga kini kurang lebih 10 tahun.
“Alhamdulilah ramai pengunjung, setiap hari ada, kami bisa dapat Rp3-4 juta setiap harinya. Pengunjungnya dari luar Kota Jayapura seperti Jakarta, yang ingin membawa pulang cenderamata khas Papua," ujarnya.
Souvenir di Galeri Asmat Jaya kebanyakan didatangkan dari Asmat Papua selatan. Walau barang tersimpan lama, namun modal tersebut tidak akan hilang begitu saja, tetap berputar dan masih ada keuntungan.
Souvenir yang paling mahal berasal dari Asmat dijual di galeri tersebut seharga Rp10-20 juta. Yang paling murah Rp 10.000-20.000, berupa gelang dan gantungan kunci bahkan postcart (kartu pos bergambar panorama alam Papua).
Topi bulu burung kasuari yang seringkali digunakan dalam penyambutan tamu di Papua, harganya bervariasi. Dari Rp200.000 – 500.000, tergantung keindahan seni mahkota tersebut.
Mereka juga menerima pesanan dengan jumlah besar 100 – 200 topi. Atau mahkota dengan waktu 3 hari dikerjakan selama 24 jam tergantung pesanan.

Berada di antara deretan galeri souvenir di Hamadi, tidak membuat persaingan di antara sesama pemilik galeri. Karena masing-masing punya rezeki.
Dengan empat karyawan di Galeri Asmat Jaya, Rusli berharap setiap hari galerinya ramai terus pengunjung. Terutama saat ada berbagai festival dengan turis lokal maupun mancanegara, agar perputaran ekonominya berjalan demi bisa menghidupi keluarganya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....