Penggunaan QRIS Meluas, Uang Tunai Tetap Berperan

  • 29 Sep 2026 10:26 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), terus meluas di Indonesia seiring kebiasaan masyarakat bertransaksi secara digital. Meski demikian, uang tunai tetap memiliki peran penting dalam sistem pembayaran nasional Indonesia hingga kini.

Melansir gnfi, Bank Indonesia mencatat pengguna QRIS mencapai 67 juta orang. Angka tersebut, setara dengan sekitar seperempat dari jumlah penduduk Indonesia saat ini.

Pertumbuhan transaksi digital tersebut turut memengaruhi penggunaan uang kartal yang mulai mengalami perlambatan dalam beberapa waktu terakhir ini. Masyarakat kini semakin memilih pembayaran nontunai karena dinilai praktis, cepat, dan mudah digunakan dalam berbagai kebutuhan transaksi harian.

Namun, di tengah pesatnya perkembangan pembayaran digital, uang tunai masih berperan penting. Peran tersebut terutama terlihat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar yang masih menghadapi keterbatasan akses internet serta jaringan.

Kondisi itu membuat masyarakat di sejumlah wilayah, masih membutuhkan uang tunai untuk memenuhi berbagai kebutuhan pembayaran sehari-hari. Uang kertas dan logam, tetap menjadi alat pembayaran yang sah sesuai ketentuan sistem pembayaran yang berlaku di Indonesia.

Bank Indonesia menegaskan, perkembangan pembayaran digital tidak menghapus keberadaan uang tunai dalam kehidupan masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Kedua metode pembayaran tersebut berjalan berdampingan sesuai kebutuhan masyarakat, kondisi wilayah, serta ketersediaan infrastruktur pendukung transaksi digital setempat.

Peningkatan penggunaan QRIS menunjukkan perubahan kebiasaan masyarakat dalam melakukan pembayaran, terutama pada berbagai aktivitas ekonomi sehari-hari. Pelaku usaha juga semakin memanfaatkan pembayaran digital, untuk memberikan pilihan transaksi yang lebih praktis kepada para konsumennya sehari-hari.

Keberadaan uang tunai masih diperlukan, untuk memastikan masyarakat dapat bertransaksi ketika layanan digital mengalami kendala. Ketersediaan uang tunai menjadi penting, terutama ketika jaringan internet terbatas atau fasilitas pembayaran digital belum tersedia secara optimal.

Perkembangan pembayaran digital dan penggunaan uang tunai, tetap dapat berjalan bersama secara berdampingan dalam sistem pembayaran nasional. Masyarakat dapat memilih metode pembayaran sesuai kebutuhan, sementara infrastruktur digital terus dikembangkan untuk memperluas akses transaksi nontunai masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....