BI Papua Pastikan Uang Layak Edar Menjangkau Hingga ke Wilayah 3T

  • 12 Jul 2026 18:06 WIB
  •  Jayapura
Poin Utama
  • Bank Indonesia Papua mengoperasikan 7 kas titipan di Wamena, Merauke, Sorong, Serui, Biak, Nabire, dan Timika untuk mendistribusikan Rupiah layak edar ke seluruh daerah
  • Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025 berlangsung 16-22 Mei membawa Rp14,8 miliar tunai dengan dukungan KRI Tatihu-853 menyasar Pulau Bromsi, Padaidori, Yapen, Numfor, dan Bras.
  • ERB mencakup penukaran uang tidak layak edar, edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, penyerahan bantuan pendidikan, layanan kesehatan, dan pengenalan tugas TNI AL untuk memperkuat kedaulatan Rupiah di NKRI.

RRI.CO.ID, Jayapura – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Papua, terus memaksimalkan peredaran uang Rupiah yang terjaga dengan baik, dan menjangkau seluruh daerah, terutama di di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Papua.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua, Warsono mengatakan, distribusi uang Rupiah menjadi salah satu tugas utama Bank Indonesia dalam menjaga kelancaran sistem pembayaran di seluruh Tanah Papua.

Dijelaskan Warsono, BI Papua menjalankan dua strategi utama dalam distribusi uang Rupiah layak edar, pertama melalui 7 kas titipan yang bekerja sama dengan sejumlah perbankan di daerah dan melalui layanan kas keliling luar kota, yang secara rutin mendatangi wilayah terpencil.

"Tugas terpenting kami adalah menjaga kelancaran sistem pembayaran, termasuk mendistribusikan uang layak edar ke seluruh daerah di Papua. Kas keliling 3T merupakan salah satu upaya agar masyarakat tetap memperoleh uang Rupiah yang layak edar," tegas Warsono, Minggu (11/07/2026)

Di wilayah kerja KPW BI Papua, terdapat 7 kas titip mulai dari Wamena, Merauke, Sorong, Serui, Biak, Nabire dan Timika. Selain kas titipan tersebut, BI Papua juga melaksanakan kas keliling terutama untuk wilayah 3T,

Optimalisasi kas titipan dan kas keliling diharapkan bisa menjadi media untuk memastikan keberadaan uang Rupiah layak edar yang merata di Tanah Papua, sebab distribusi uang ke wilayah pedalaman masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama kondisi geografis yang membuat akses transportasi hanya dapat ditempuh melalui jalur udara.

Adapun kas kitipan memiliki berbagai peran, antara lain menyediakan uang Rupiah layak edar bagi perbankan, mempercepat distribusi uang ke daerah terpencil, menarik dan mengganti uang tidak layak edar dan mendukung kelancaran transaksi ekonomi dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Rupiah.

Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB)

Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) yang dilakukan oleh Bank Indonesia merupakan program kas keliling yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut (TNI AL). ERB bertujuan untuk memastikan masyarakat di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) memperoleh akses terhadap uang Rupiah layak edar, serta layanan penukaran uang. Program ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara melalui penggunaan Rupiah di seluruh wilayah NKRI.

Penukaran uang Rupiah layak edar sebagai bagian dari pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdulat tahun 2025 (Foto: Dok BI Papua)

Pelaksanaan ERB di Papua

Pada tahun 2022, Papua menjadi salah satu wilayah sasaran pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat. Kegiatan tersebut difokuskan untuk menjangkau masyarakat di wilayah 3T dengan membawa uang Rupiah layak edar sekaligus melakukan penukaran uang yang sudah tidak layak edar.

Memasuki tahun 2023, kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat terus dilanjutkan sebagai bagian dari program nasional Bank Indonesia. Pelayanan kas keliling tersebut semakin memperluas jangkauan distribusi Rupiah ke berbagai wilayah kepulauan dan daerah perbatasan, termasuk kawasan terpencil di Papua.

Pada tahun 2024, pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Papua semakin memperkuat pelayanan kepada masyarakat di wilayah kepulauan. Salah satu wilayah yang menjadi sasaran kegiatan adalah Pulau Numfor. Dalam ekspedisi tersebut, Bank Indonesia menyiapkan uang tunai sekitar Rp 13,8 miliar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang Rupiah layak edar.

Selanjutnya, pada tahun 2025, Bank Indonesia Provinsi Papua kembali melaksanakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat dengan jangkauan yang lebih luas. Kegiatan yang berlangsung pada 16–22 Mei 2025 tersebut membawa uang tunai sekitar Rp14,8 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya..

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025 menggunakan dukungan armada KRI Tatihu-853 dan menyasar sejumlah wilayah 3T Papua, yaitu Pulau Bromsi, Padaidori, Yapen, Numfor, dan Bras. Selain layanan penukaran uang, kegiatan tersebut juga diisi dengan edukasi kepada masyarakat melalui program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah).

Melalui program ERB, masyarakat di wilayah 3T hanya bisa mendapatkan uang Rupiah yang lebih layak edar, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai cara mengenali ciri-ciri keaslian Rupiah, bagaimana cara merawat uang Rupiah dengan baik, serta menggunakan Rupiah secara bijak dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

Tidak hanya sekedar melakukan penukaran uang, pada program Ekspedisi Rupiah Berdaulat. BI Papua juga di isi dengan berbagai kegiatan, diantaranya adalah penyerahan bantuan pendidikan, pelayanan kesehatan serta edukasi kebangsaan dan pengenalan tugas TNI AL.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....