BI Gas Penuh Redam Gejolak Rupiah Global
- 19 Jun 2026 04:13 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen pada Kamis. Keputusan tersebut sesuai ekspektasi konsensus pasar.
Kenaikan suku bunga juga terjadi pada lending facility menjadi 6,50 persen. Fasilitas simpanan Bank Indonesia (Deposit facility turut meningkat menjadi 4,75 persen.
Langkah tersebut menandai kenaikan BI Rate sebesar 100 basis poin. Kenaikan berlangsung selama sebulan terakhir demi menjaga rupiah.
Bank Indonesia mengambil kebijakan tersebut di tengah tekanan eksternal. Volatilitas global masih membayangi pasar keuangan dunia.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan komitmen menjaga stabilitas rupiah. Seluruh instrumen kebijakan moneter akan terus dioptimalkan.
"Kami all-out untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah volatilitas global yang tinggi," katanya. Pernyataan tersebut disampaikan Perry dalam konferensi pers.
Selain menaikkan suku bunga, BI membuka kembali lelang repo. Kebijakan itu mencakup tenor tiga hingga dua belas bulan.
Bank Indonesia juga melanjutkan insentif swap lindung nilai investor asing. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan daya tarik investasi.
Mulai Juli 2026, BI meningkatkan batas pendanaan luar negeri bank. Otoritas juga menurunkan batas pembelian valuta asing tanpa underlying.
Pasca pengumuman kebijakan, indeks dolar AS tercatat menguat. Sementara rupiah ditutup menguat menjadi Rp17.710 per dolar AS.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....