BRI Consumer Expo 2026 Dorong Kepemilikan Rumah Papua
- 14 Jun 2026 10:15 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Regional Office Jayapura, resmi menggelar BRI Consumer Expo 2026 di Mall Jayapura. Kegiatan tersebut berlangsung Sabtu (13 Juni 2026), sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak di Papua.
Pameran strategis ini, menggandeng 16 pengembang terpercaya untuk menghadirkan berbagai pilihan rumah subsidi dan komersial berkualitas. Langkah tersebut juga menjadi bagian komitmen BRI, dalam mendukung pengelolaan aset negara secara optimal dan berkelanjutan.
Dalam expo ini, BRI Regional Papua memasang target ambisius. Yakni melipatgandakan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi (FLPP) pada tahun 2026 menjadi 4.200 unit hunian.
Langkah besar ini diambil, setelah melihat tingginya animo masyarakat. Pada tahun sebelumnya, tercatat sekitar 4.300 pengajuan dengan realisasi BRI mencapai 2.155 unit hunian subsidi. Hal ini membuktikan BRI sukses menguasai 50 persen pangsa pasar lokal.
Untuk mempercepat pelayanan, BRI kini menerapkan kebijakan desentralisasi penuh dalam proses pemutusan kredit perumahan. Kebijakan tersebut memungkinkan keputusan pembiayaan, dilakukan langsung oleh kantor cabang tanpa menunggu persetujuan regional.
Regional Consumer Banking Head BRI Regional Papua, Fleming Hardianto, mengatakan proses pengajuan KPR kini jauh lebih sederhana. Ia mengungkapkan, seluruh keputusan kredit dapat dilakukan kantor cabang, apabila persyaratan administrasi telah dinyatakan lengkap.
Fleming juga menambahkan, pemangkasan jalur birokrasi ini menjamin kepastian bagi calon debitur dalam waktu maksimal tiga hari kerja. Tentu saja, asalkan seluruh persyaratan dokumen administrasi terpenuhi.
"Sekarang proses pengajuan KPR di BRI tidak perlu lagi menunggu keputusan dari Regional Office. Semua bisa diputuskan langsung di tingkat Kanca (Kantor Cabang). Jika berkas dan dokumen persyaratan lengkap, proses approval-nya hanya memakan waktu dua sampai tiga hari kerja saja," ujarnya.
Selain pembiayaan rumah baru, expo tersebut menghadirkan edukasi mengenai pemanfaatan aset lelang agunan secara legal. Program ini terlaksana, melalui kolaborasi antara BRI Regional Papua dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jayapura.
Melalui program KPR Solusi, peserta dapat memanfaatkan uang jaminan lelang sebagai bagian uang muka rumah. Skema tersebut dinilai lebih ringan, dibandingkan pembiayaan komersial karena proses persetujuannya relatif lebih cepat.
Hadir dalam sesi talk show, Pejabat Lelang Kelas II KPKNL, Hadri. Ia menyatakan, BRI merupakan institusi perbankan dengan intensitas pengajuan lelang tertinggi dan paling konsisten di Tanah Papua.
Ia mengapresiasi hubungan koordinasi yang sangat baik antara perbankan dan instansi pemerintah tersebut. Hadri juga menjelaskan bahwa keaktifan BRI dalam penjualan aset agunan melalui lelang ini memberikan dampak positif. Aktivitas tersebut, memberikan kontribusi terhadap peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Lebih lanjut, ia menjamin keamanan sistem lelang elektronik yang dikelola pemerintah. Dirinya turut memastikan bahwa seluruh uang jaminan peserta lelang yang kalah, akan dikembalikan secara utuh tanpa ada pengurangan biaya.
"BRI merupakan mitra kerja kami yang paling aktif dan konsisten dalam pengajuan lelang di Papua. Koordinasi yang terjalin selama ini sangat luar biasa. Keaktifan BRI menjadikannya salah satu penyumbang PNBP terbesar dari sektor layanan lelang di wilayah ini," kata Hadri.
Ia juga mengimbau agar publik tidak cemas memanfaatkan kanal resmi negara ini sebagai alternatif mendapatkan properti murah. "Masyarakat tidak perlu ragu atau takut ikut lelang," ucapnya. Semuanya dilakukan secara online, terbuka, dan transparan melalui situs resmi lelang.go.id.
"Syaratnya mudah, cukup KTP, NPWP, dan rekening pribadi. Uang jaminan yang disetorkan juga aman. Kalau tidak menang, uang jaminan tersebut akan dikembalikan utuh tanpa potongan sama sekali," ujarnya.
Sinergi yang dihadirkan dalam expo ini dinilai sangat tepat momentumnya. Mengingat pasar properti di Bumi Cenderawasih, tengah mengalami pergeseran ke arah segmen usia produktif dan mandiri secara finansial.
Perwakilan Developer dari PT Afkan Anugrah Jaya, Ferdy Syamsudin, mengungkapkan adanya perubahan pola konsumsi yang positif masyarakat Papua. Terutama pada kelompok usia muda produktif dan sektor usaha.
Ia mengamati, bahwa kelompok masyarakat kini memiliki kesadaran finansial yang lebih matang dalam hal kepemilikan aset. Menurut pengamatannya, pelaku usaha muda kini memilih mengalihkan pengeluaran sewa menjadi cicilan kepemilikan rumah permanen. Langkah tersebut, dianggap lebih menguntungkan karena memberikan nilai investasi jangka panjang yang terus berkembang.
"Saat ini ada pergeseran tren yang sangat bagus di Papua. Konsumen kita sekarang didominasi oleh anak-anak muda usia produktif dan pelaku UMKM. Mereka mulai sadar uangnya dialokasikan untuk mengambil KPR sebagai investasi jangka panjang," kata Ferdy.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....