Nokia dan Indosat Modernisasi Jaringan 5G Berbasis AI di Indonesia
- 11 Jun 2026 09:25 WIB
- Jayapura
Poin Utama
- Nokia dan Indosat Ooredoo Hutchison Kolaborasi dalam Meningkatkan Jaringan 5G di Indonesia serta Hadirkan Layanan Berbasis AI
- Kesepakatan ini mendukung perluasan jaringan 5G Indosat pada pita frekuensi rendah dan menengah guna menjangkau pelanggan di seluruh pelosok Indonesia.
- Kemitraan ini mempercepat hadirnya layanan baru berbasis AI, pengalaman digital inovatif, dan pertumbuhan berkelanjutan di seluruh Indonesia.
- Jaringan 5G yang siap terintegrasi dengan AI ini akan mengaktifkan arsitektur AI-RAN dan penerapan AI Grid hasil kolaborasi dengan NVIDIA guna mendekatkan AI dan konektivitas ke seluruh masyarakat Indonesia.
RRI.CO.ID, Jayapura - Nokia dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) resmi menjalin kerja sama strategis untuk memodernisasi jaringan seluler di Indonesia melalui penerapan teknologi 5G Radio Access Network (RAN) berbasis kecerdasan buatan (AI). Kolaborasi ini juga melibatkan NVIDIA untuk mengembangkan ekosistem AI-RAN yang terintegrasi.
Dalam kerja sama tersebut, Nokia akan menjadi mitra teknologi utama dengan mendukung implementasi jaringan 5G pada pita frekuensi rendah dan menengah. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas, kinerja, dan cakupan layanan jaringan sekaligus menghadirkan pengalaman digital yang lebih cepat, andal, dan responsif bagi pelanggan.
Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan bagi pelanggan serta mempercepat transformasi digital di Indonesia.
"Melalui kerja sama dengan Nokia dan NVIDIA, kami membangun fondasi jaringan terintegrasi AI yang akan meningkatkan kualitas konektivitas dan menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik bagi pelanggan," ujar Vikram, Rabu (10/06/2026).
Selain memperkuat infrastruktur 5G, kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan layanan berbasis AI melalui implementasi AI-RAN. Nokia dan NVIDIA bersama Indosat akan melanjutkan pengembangan teknologi tersebut hingga tahap uji coba lapangan di Indonesia yang direncanakan berlangsung pada akhir 2026.
Presiden dan CEO Nokia, Justin Hotard, menilai evolusi jaringan telekomunikasi ke depan akan ditentukan oleh kemampuan operator mengintegrasikan konektivitas dan kecerdasan buatan dalam satu platform.
Menurutnya, kemitraan dengan Indosat dan NVIDIA akan memperluas cakupan layanan 5G, mendukung berbagai aplikasi AI, serta menciptakan nilai ekonomi baru bagi industri telekomunikasi.
“Kemitraan ini mencerminkan pergeseran yang lebih luas di industri telekomunikasi yang sejalan dengan langkah para operator dalam berinvestasi terhadap jaringan yang mampu memberikan performa tinggi dalam skala besar sekaligus mendukung efisiensi yang lebih baik,” jelas Justin.
Sementara itu, Senior Vice President Telecoms NVIDIA, Ronnie Vasishta, menjelaskan, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa jaringan 5G dapat berkembang menjadi platform kecerdasan yang mampu meningkatkan efisiensi dan mendukung transformasi digital dalam skala besar.
Sebagai bagian dari proyek ini, Nokia akan memasang perangkat radio generasi terbaru Habrok dan Pandion, baseband Levante, Centralized RAN, serta platform manajemen dan otomasi jaringan berbasis AI.
Dalam implementasinya, jaringan 5G pita frekuensi rendah akan diterapkan di seluruh jaringan Indosat, sedangkan jaringan 5G pita frekuensi menengah ditargetkan menjangkau sekitar 80 persen jaringan dalam tiga setengah tahun ke depan.
“Pengembangan ini juga menjadi bagian dari penguatan AI Grid milik Indosat yang menggabungkan AI factories terpusat dengan infrastruktur AI-RAN terdistribusi. Model tersebut telah mendukung penerapan teknologi AI di berbagai sektor, seperti layanan publik, kesehatan, pendidikan, dan pertanian,” tegas Ronnie.
Melalui kolaborasi ini, Nokia, Indosat, dan NVIDIA berharap dapat mempercepat pemerataan akses digital di Indonesia sekaligus menghadirkan ekosistem 5G dan AI yang mampu mendukung kebutuhan masyarakat, dunia usaha, hingga sektor pelayanan publik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....