Ramadan Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia saat Krisis Global

  • 08 Mar 2026 07:59 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Bulan suci Ramadan di Indonesia, dinilai menjadi momentum penting menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, serta ketidakpastian kondisi ekonomi global.

Sejumlah lembaga internasional, mengingatkan konflik antarnegara serta fluktuasi harga energi masih membayangi perekonomian dunia. Tekanan inflasi global juga disebut berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi di berbagai negara.

Dalam laporan yang dirilis International Monetary Fund, ketegangan geopolitik dapat memengaruhi stabilitas perdagangan global.

Kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi pertumbuhan ekonomi dunia, dalam beberapa waktu ke depan.

IMF menyebut ketidakpastian global dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia, jika konflik terus berlanjut. Gangguan rantai pasok, juga dinilai berpotensi memperburuk kondisi perdagangan internasional.

Di Indonesia, momentum Ramadan justru sering menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat. Peningkatan konsumsi rumah tangga, biasanya terjadi selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

Aktivitas perdagangan di pasar tradisional serta usaha kecil, turut meningkat selama Ramadan. Kondisi ini membantu memperkuat perputaran ekonomi domestik di berbagai daerah.

Laporan Organisation for Economic Co-operation and Development, menilai stabilitas domestik penting bagi negara berkembang.

Stabilitas ekonomi domestik membantu menghadapi tekanan ekonomi global yang tidak menentu.

Dalam laporan Economic Outlook OECD, konsumsi domestik dinilai mampu menopang pertumbuhan ekonomi. Hal ini terutama ketika kondisi ekonomi global sedang mengalami ketidakpastian.

World Bank juga menilai? konsumsi masyarakat memiliki peran besar dalam menjaga pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut terutama terjadi di negara berkembang yang mengandalkan pasar domestik.

Tradisi Ramadan seperti zakat, infak, dan sedekah, turut memperkuat solidaritas sosial masyarakat Indonesia. Kegiatan tersebut membantu kelompok rentan menghadapi tekanan ekonomi selama kondisi global tidak menentu.

Dengan demikian Ramadan tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi masyarakat Indonesia. Ramadan juga menjadi penggerak ekonomi yang membantu menjaga stabilitas nasional di tengah ketidakpastian global.

Rekomendasi Berita