Sebanyak 50 Ton Beras Bantuan Tuntas Masuk Kabupaten Nduga
- 28 Agt 2026 06:25 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura– Sebanyak 50 ton beras bantuan Pemerintah Daerah Kabupaten Nduga berhasil masuk ke wilayah Nduga, Kamis (27 Agustus 2026). Distribusi bantuan pangan tersebut, menghadapi tantangan geografis dan menyusutnya debit Kali Kenyam akibat musim kemarau.
Informasi perkembangan distribusi diperoleh dari Babinsa di Batas Batu, Koptu Gandung. Mereka memantau proses pengangkutan beras melalui Dermaga Kecil Batas Batu, Distrik Krepkuri.
Pengangkutan tahap kedua tersebut, melanjutkan tahap pertama dengan jumlah yang sama pada Rabu (26 Agustus 2026). Dengan selesainya tahap kedua, sebanyak 50 ton beras kini telah masuk Kabupaten Nduga. Beras ini ditampung di Gudang Dinas Pertanian Kabupaten Nduga.
Distribusi beras menuju Nduga, sebelumnya terkendala menyusutnya debit Kali Kenyam akibat musim kemarau. KM Fatir Papua yang membawa bantuan tidak dapat melanjutkan perjalanan hingga Batas Batu. Kapal tersebut tertahan di Pelabuhan Mumugu, Distrik Sawaerma.
Kondisi itu membuat proses pengangkutan dilakukan secara bertahap menggunakan kapal fiber berukuran lebih kecil. Kapal fiber melangsir beras dari KM Fatir Papua di Mumugu. Selanjutnya menuju Dermaga Kecil Batas Batu untuk kemudian dipindahkan ke truk.
Pada Kamis sekitar pukul 09.00 WIT, kapal fiber bergerak dari Batas Batu menuju Mumugu untuk mengambil muatan beras. Sekitar pukul 12.30 WIT, kapal tiba di Batas Batu dan proses bongkar muat langsung dilakukan ke truk-truk pengangkut.
Pelangsiran kembali dilanjutkan sekitar pukul 14.30 WIT dan kapal fiber tiba di Batas Batu sekitar pukul 18.00 WIT. Proses bongkar muat tetap berlangsung, meski hari mulai gelap dan baru selesai sekitar pukul 20.30 WIT.
Lima truk kemudian bergerak sekitar pukul 20.45 WIT dari Batas Batu menuju Kenyam dengan membawa 25 ton beras. Bantuan selanjutnya dibawa menuju Gudang Dinas Pertanian Kabupaten Nduga, untuk menunggu proses penyaluran kepada masyarakat.
Dandim 1706/Nduga, Letkol Inf Ardian Kristiawan mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses distribusi bantuan pangan tersebut. “Alhamdulillah, seluruh 50 ton beras akhirnya berhasil masuk ke Kabupaten Nduga. Prosesnya tidak mudah karena kemarau menyebabkan debit air menurun,” ujar Ardian.
Ia mengatakan distribusi harus dilakukan secara bertahap menggunakan kapal kecil, kemudian dilanjutkan menggunakan kendaraan darat hingga malam hari. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras dan sinergi berbagai pihak dalam mengatasi kendala selama proses pengangkutan.
Namun, Ardian menegaskan perjuangan belum selesai karena beras tersebut harus segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Beras sudah tiba, tetapi perjuangan belum selesai. Harapan kami, bantuan ini dapat segera disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Nduga melalui instansi terkait segera mengambil langkah penyaluran. Dengan begitu, bantuan tidak terlalu lama tersimpan di gudang.
“Kodim 1706/Nduga siap terus bersinergi dan membantu sesuai tugas serta kewenangan. Yang paling penting bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat dengan aman, tertib, dan tepat sasaran,” ucapnya. Seluruh rangkaian pengangkutan tahap kedua terpantau berlangsung aman, lancar, dan terkendali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....