FGD Integrasi Noken Perkuat Kurikulum Berbasis Budaya

  • 23 Nov 2025 17:44 WIB
  •  Jayapura

KBRN, Jayapura: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Papua menggelar Forum Grup Diskusi (FGD) Integrasi Noken ke Kurikulum Sekolah sebagai upaya memperkuat pelestarian budaya lokal.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama merumuskan langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan Noken sebagai warisan budaya tak benda.

Kepala BGTK Provinsi Papua, Fatkurohma, menyampaikan bahwa FGD ini menjadi momentum penting untuk menyinkronkan pandangan mengenai pelestarian Noken melalui jalur pendidikan formal. Ia menegaskan bahwa integrasi nilai filosofi dan keterampilan Noken ke dalam pembelajaran merupakan langkah awal yang harus didukung secara serius oleh semua pihak.

"Integrasi tersebut tidak hanya bertujuan mempelajari aspek keterampilan, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi Noken," kata Kepala BGTK Provinsi Papua di Sentani, Kamis (20/11/2025).

Fatkurohma menambahkan bahwa dukungan pemangku kebijakan sangat dibutuhkan agar program integrasi Noken ini dapat berjalan berkesinambungan.

"Dukungan tersebut mampu menghasilkan output yang menguatkan eksistensi Noken dan meningkatkan harkat hidup generasi muda Papua melalui pendidikan budaya," ujarnya.

Sementara itu, Pdt. Albert Yoku menegaskan bahwa Papua sebagai wilayah otonomi khusus berbasis budaya memiliki kewajiban memperkuat perlindungan dan pemanfaatan kearifan lokal.

Ia menilai sangat tepat apabila pendidikan dasar hingga menengah di Papua diarahkan pada pelestarian bahasa, tradisi, serta kekayaan budaya seperti Noken.

"Berbagai pihak mulai dari akademisi, pemerhati budaya, hingga komunitas adat memiliki peran penting untuk memastikan warisan budaya tersebut tetap terjaga dan dicintai oleh generasi muda," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pdt. Yoku juga mengajak seluruh peserta FGD untuk merumuskan strategi konkret agar anak-anak Papua semakin mencintai budayanya.

PAC FGD Integrasi Noken dalam Kurikulum, Suharman, menjelaskan bahwa pelaksanaan FGD ini merupakan usaha besar yang membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Ia menyatakan bahwa integrasi Noken berbasis komunitas pendidikan menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya tersebut untuk generasi mendatang.

"Selain melestarikan Noken, kegiatan ini juga bertujuan mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi balai guru serta tenaga kependidikan. Jadi para guru diharapkan mampu membekali siswa dengan kecerdasan, keterampilan hidup, dan kemampuan memecahkan masalah dengan memanfaatkan nilai-nilai budaya lokal," ujarnya.

Sementara sebagai puncak dan aksi nyata dari seluruh rangkaian FGD, dalam penyelamatan Noken pun ditegaskan. Deklarasi ini bukan sekadar seruan, melainkan sebuah janji kolektif dan momentum bersejarah dalam seluruh komponen bangsa bersinergi memastikan bahwa "Noken Papua takkan pernah mati, terus dianyam dalam hati, dijunjung dalam tindakan, dan diwariskan dalam kebanggaan" bagi generasi Papua yang cerdas dan produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....