PLBN Skouw dan KRI Vanimo Bahas Rencana Kontinjensi
- 17 Jun 2025 18:35 WIB
- Jayapura
KBRN, Jayapura: Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw memfasilitasi pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bersama Konsulat Republik Indonesia (KRI) Vanimo, Papua Nugini, dalam rangka penyusunan rencana kontinjensi bagi wilayah kerja KRI Vanimo. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat PLBN Skouw, Kota Jayapura.
Dalam rilis PLBN Skouw, menyebutkan bahwa FGD ini diselenggarakan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi krisis dan keadaan darurat yang dapat terjadi di Papua Nugini, yang saat ini dikategorikan sebagai wilayah rawan. Rencana kontinjensi ini menjadi bagian dari strategi perlindungan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja dan bermukim di wilayah tersebut. Hal itu dikatakan oleh Kepala PLBN Skouw Ni Luh Puspa, Kamis (12/6/2025).
"Beberapa isu strategis yang dibahas dalam forum ini mencakup pemetaan jalur evakuasi darat, laut, dan udara sebagai bagian dari mitigasi keselamatan WNI di wilayah lintas utara, tengah, dan selatan Papua Nugini, melalui dukungan PLBN yang ada," kata Ni Luh.
FGD ini juga membahas penguatan kerja sama di bidang kesehatan, seperti rencana pembentukan layanan rumah sakit rujukan bagi warga negara Papua Nugini yang membutuhkan perawatan di Indonesia, serta pengurusan BPJS Ketenagakerjaan bagi WNI yang bekerja di Papua Nugini untuk mempermudah akses layanan kesehatan.
PLBN Skouw, kata Ni Luh, siap menjadi simpul koordinasi dalam mendukung rencana kontinjensi yang terstruktur dan responsif. Menurutnya, peran aktif seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadirkan perlindungan maksimal bagi WNI di luar negeri.
“Rencana kontinjensi ini mencerminkan komitmen serius pemerintah dalam melindungi WNI, khususnya juga bagi mereka yang bekerja di sektor perkebunan dan sektor informal lainnya di Papua Nugini," ujarnya.
Ni Luh menyebut, sinergi yang tercipta dalam forum ini merupakan bentuk nyata kesiapsiagaan bersama antar lintas instansi dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi darurat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....