Sudah Didata, Sekolah di Perbatasan Menantikan Program MBG

  • 19 Mei 2025 20:13 WIB
  •  Jayapura

KBRN, Jayapura: Kejelasan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di perbatasan Republik Indonesia-Papua New Guinea (PNG), belum ada. Walaupun sudah dilakukan pendataan, Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mosso, Stevanus Mandowen, mengakui menantikan kepastian program tersebut direalisasikan.

"Pada bulan Februari lalu, Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana Koramil Muara Tami, sempat melakukan pendataan. Ada 83 peserta didik, namun hingga kini, belum ada kepastian pelaksanaan program MBG," ujarnya, Senin (19/5/2025).

Program MBG, diakuinya berdampak baik terhadap aktivitas dan kreativitas peserta didik. Harapannya, program tersebut dapat dirasakan pula bagi anak-anak sekolah, yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Selain pihak sekolah, para orang tua, dan peserta didik SDN Mosso, juga menantikan hadirnya program MBG. Hal ini tentu, karena dapat meningkatkan konsentrasi dan prestasi akademik.

"Orang tua tidak perlu lagi memikirkan kebutuhan makan anak-anaknya di sekolah, karena selama ini mereka hanya menyiapkan seadanya. Menu sarapan andalannya, teh manis dan pisang goreng, apalagi sebagian besar orang tua berprofesi sebagai petani," ucap Stevanus. (Hasidin).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....